Indonesia Open 2018 Jadi Ajang Seleksi SEA Games 2019

CNN Indonesia | Sabtu, 10/11/2018 02:40 WIB
Indonesia Open 2018 Jadi Ajang Seleksi SEA Games 2019 Sekitar 2 ribu peserta ditargetkan tampil pada ajang Indonesia Open 2018. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- PB PRSI menggelar kejuaraan renang Indonesia Open 2018 di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK) pada 1-9 Desember 2018 yang juga menjadi ajang seleksi menuju SEA Games 2019 di Manila, Filipina.

Wakil Ketua Umum PB PRSI Harlin E. Raharjo mengatakan pihaknya akan memberlakukan tiga tahapan seleksi bagi para perenang yang akan dipilih untuk SEA Games tahun depan.

"Ini jadi seleksi utama dan pertama untuk ke SEA Games 2019. Seleksi kami nanti ada tiga, selain di Indonesia Open, juga nanti [seleksi] ada kejurnas pada April [2019], dan terakhir di seleknas [seleksi nasional] pada September," kata Harlin saat kunjungan media ke CNNIndonesia.com, Jumat (9/11).


Rencananya bakal ada empat disiplin cabang olahraga akuatik yang digelar pada edisi kedua Indonesia Open 2018. Mulai dari renang, polo air, renang indah, dan loncat indah yang dibagi menurut kelompok umur (11-12, 13-14, 15-16, 17-18, dan 19 tahun ke atas). Sedangkan untuk perlombaan di atas 25 tahun masuk kelas master.

"Kita beruntung punya Stadion Akuatik GBK yang memungkinkan untuk menggelar empat cabang renang sekaligus di satu tempat [lokasi]. Apalagi juga bisa digelar sampai malam karena pencahayaannya yang bagus," ujar Harlin.

PB PRSI memprediksi bakal ada sekitar 2 ribu peserta yang hadir pada Indonesia Open 2018. Tidak hanya peserta lokal, tapi juga peserta dari beberapa negara asing akan ikut serta, mulai dari Malaysia, Singapura, Filipina dan Korea Selatan.

Format yang digunakan pada Indonesia Open kali ini yakni sistem seri dan final. Sebelum lolos ke final, setiap atlet bakal lebih dulu melakoni babak kualifikasi seperti sistem yang digunakan di Asian Games, Kejuaraan Dunia maupun Olimpiade.

Indonesia Open 2018 juga untuk lebih mengenalkan disiplin renang lain seperti renang indah.Indonesia Open 2018 juga untuk lebih mengenalkan disiplin renang lain seperti renang indah kepada masyarakat. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Menurut Harlin catatan waktu yang ada di Indonesia Open ini diakui Federasi Renang Internasional (FINA). Kondisi itu diyakini akan membuat persaingan di Indonesia Open semakin ketat dan meningkatkan kualitas mutu level kejuaraan.

Harlin memastikan Indonesia Open merupakan bagian dari perluasan KRAPSI (Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan Seluruh Indonesia) yang menjadi agenda wajib PB PRSI sebelumnya.

"Ada yang tanya KRAPSI ke mana? Kejuaraan ini sebenarnya adalah KRAPSI yang diperluas penyelenggaraannya, ditingkatkan kualitasnya tanpa harus menyingkirkan perenang-perenang lokal. Bahkan ini bisa jadi lahan buat perenang lokal bersaing menunjukkan kemampuannya," kata Harlin.

Selain menyoroti prestasi renang Indonesia yang sudah mulai menggeliat, Harlin mengatakan ajang ini juga sekaligus sebagai sarana promosi untuk lebih memperkenalkan disiplin cabang olahraga air lain selain renang yang tergabung di PB PRSI. Sebut saja seperti loncat indah, renang indah dan polo air.

"Saat Asian Games lalu, antusiasme penonton yang menyaksikan event renang sangat besar. Bahkan hampir tiap hari kolam penuh. Kami ingin itu juga berlanjut ke depannya, supaya orang bisa lebih kenal lagi dan mau ikut bergabung. Apalagi sekarang di kolam [Stadion Akuatik GBK] juga sudah nyaman," terangnya. (TTF/sry)