Di awal-awal permainan Kevin/Marcus langsung tampil menyerang. Pasangan pemilik peringkat satu dunia ini mengombinasikan permainan smes dengan dropshot, sementara Liu/Zhang memilih bertahan.
Perolehan poin pada awal permainan ini berlangsung ketat. Kevin/Marcus sempat unggul 1-0 dan 2-1 lebih dulu, tetapi Liu/Zhang bisa menyamakan kedudukan serta berbalik unggul menjadi 4-3.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat skor imbang 9-9, Marcus Gideon sempat mengganti raket. Tetapi akibat pergantian itu Kevin tidak bisa menandingi permainan lawan sehingga Liu/Zhang kembali unggul menjadi 10-9. Kendati demikian, Kevin/Marcus bisa bangkit dan menutup interval gim pertama dengan keunggulan 11-10.
Total Kevin/Marcus sudah memenangi lima pertemuan atas Liu/Zhang. (REUTERS/Russell Cheyne) |
Kesalahan tidak saja dilakukan Kevin/Marcus yang kerap gagal mengantisipasi pukulan lawan, tetapi juga terjadi pada Liu/Zhang karena pengembalian bola yang tidak jarang menyangkut di net.
Sempat terjadi reli panjang di gim kedua dengan total pukulan mencapai 71. Itu menjadi reli terpanjang dalam pertandingan ini. Sayangnya, dalam reli itu Kevin/Marcus yang awalnya menyerang terlihat kelelahan, sehingga dimenangi Liu/Zhang usai pukulan pasangan China itu menyentuh bibir net dan jatuh di lapangan Kevin/Marcus.
Di gim penentuan Kevin/Marcus seolah menekan gas dalam-dalam. Empat poin langsung didapat peraih medali emas Asian Games 2018 ini secara beruntun. The Minions menutup interval gim ketiga dengan keunggulan 11-7 meski sempat dibayangi-bayangi Liu/Zhang.
Setelah melewati pertandingan yang sulit Kevin/Marcus pun akhirnya bisa memenangi laga itu dengan skor 21-14. Dengan melaju ke final Kevin/Marcus pun berpeluang mempertahankan gelar juara Fuzhou China Terbuka. Di final nanti Kevin/Marcus akan menghadapi pemenang Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dengan He Jiting/Tan Qiang. (sry/jun)
Total Kevin/Marcus sudah memenangi lima pertemuan atas Liu/Zhang. (REUTERS/Russell Cheyne)