Ranieri sempat dikenal sebagai pelatih pizza saat pernah menangani Leicester City. Julukan itu diberikan kepadanya karena ia kerap memberikan traktiran piza kepada seluruh pemainnya saat itu jika performa mereka bagus.
Cara itu sempat mendapatkan kritikan karena Ranieri memberikan traktiran makanan cepat saji kepada skuat The Foxes. Namun, pelatih asal Italia itu justru mampu membuat kejutan meraih juara Liga Primer Inggris 2015/2016.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertahanan Fulham termasuk yang terburuk di Liga Primer Inggris musim ini. (Reuters/Andrew Boyers) |
Fulham merekrut Ranieri setelah memecat Slavisa Jokanovic. Pelatih 67 tahun dibebankan misi untuk mengangkat The Cottagers keluar dari zona degradasi.
Sosok Ranieri dianggap pilihan tepat untuk memperbaiki pertahanan Fulham yang sangat buruk. Dalam 12 kali laga, tim tersebut sudah kebobolan 31 gol.
"Bermain sepak bola, bermain yang bagus. Tapi ketika Anda kehilangan bola saya ingin melihat Anda dengan jangkar, seperti bajak laut. Saya berjuang demi apapun. Saya seorang petarung. Saya ingin para pemain saya menjadi petarung," tegas Ranieri. (bac/nva)
Pertahanan Fulham termasuk yang terburuk di Liga Primer Inggris musim ini. (Reuters/Andrew Boyers)