Sejumlah nama seperti Erick Thohir dan Ahok sempat muncul dan diyakini publik bisa memimpin PSSI setelah kekecewaan terhadap Edy Rahmayadi yang dianggap gagal memimpin induk organisasi sepak bola tanah air. Di media sosial pun mulai ramai tanda pagar (tagar) mendesak Gubernur Sumatra Utara itu mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gusti Randa menyebut Edy Rahmayadi juga merupakan sosok tegas memimpin PSSI. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
"Ini menyangkut persoalan dan integritas mengenai organisasi yang dipimpinnya nanti, itu saja. Kacau kalau nalar itu kalau ngomong [Ahok bisa menggantikan Edy jadi Ketua Umum PSSI," ucap Gusti.
Mantan aktor tersebut juga mengaku belum mendengar soal rumor-rumor Ahok bakal digadang-gadang jadi Ketua Umum PSSI.
"Tapi kalau orang-orang ngomong Erick Thohir, nah itu masih masuk akal, ada cantelannya [masih ada sangkut-paut]. Kalau Ahok, jauh lagi. Jauh lah. Isu-isu itu tak perlu ditanggapi," tutur Gusti.
Senada dengan Gusti, Sekretaris Menpora RI Gator S Dewa Broto menyoroti soal syarat formal berdasarkan Statuta PSSI menanggapi kemungkinan Ahok jadi ketua umum.
"Kriteria itu ada di Ahok, tapi apakah Ahok bisa memenuhi persyaratan yang diatur di PSSI? Saya kenal baik Ahok, terutama saat kasus Lebak Bulus tentang lapangan, kemudian di Incheon pada saat serah terima Asian Games. Kriteria-kriteria itu ada di Ahok, tapi kan kita tidak ingin mengajarkan orang peraturan diterabas. Kecuali ada adendum atau perubahan. Kalau enggak, sama saja Kemenpora mengajarkan melanggar aturan," terang Gatot. (ttf/bac)
Gusti Randa menyebut Edy Rahmayadi juga merupakan sosok tegas memimpin PSSI. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)