Januar membeberkan, pejabat PSSI tersebut telah mendesaknya untuk mengalah dan memberikan kemenangan kepada PSS Sleman pada laga tandang ke Stadion Maguwoharjo, Sleman, di babak penyisihan grup Liga 2 yang berlangsung pada bulan Mei.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia mau kasih Rp100 juta dan bilang jangan bilang ke presiden klub. saya tidak mau kemudian dinaikkan Rp150 juta, saya juga tidak mau. Lalu dia ancam saya untuk 'membeli' pemain Madura FC. Bagi saya itu entah gertak sambal atau bagaimana, tapi melebihi kepatutan yang dimiliki Exco PSSI," terang Januar.
Laporan Madura FC lainnya yakni gol offside pada laga babak 8 besar Liga 2 2018 yang kembali mempertemukan mereka dengan PSS Sleman pada awal bulan November. Bukan hanya soal kejanggalan yang dilakukan wasit, tapi lantaran tindak kekerasan yang diterima ofisial dan pemain Madura FC kala itu.
Hidayat sendiri merupakan anggota Exco PSSI yang bertugas sebagai Komite Kompetisi, Komite Pengembangan Usia Muda, dan Komite Sepak Bola. (jun/ttf/ptr)