Ribuan suporter Bali United menyalakan suar sebagai bentuk kekecewaan mereka kepada manajemen yang memberhentikan pelatih Widodo Cahyono Putro di dua laga sisa musim kompetisi Liga 1 2018. Bahkan, Pieter juga dianggap sengaja mengalah untuk memberikan kemenangan kepada Persija guna membuat Macan Kemayoran lebih dekat dengan gelar juara Liga 1 2018.
Banyaknya suar yang masuk ke dalam stadion juga disebut Pieter ada kebobolan dari segi penjagaan di lapangan. Usai pertandingan, Pieter keluar dan menemui suporter untuk memberikan penjelasan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pieter mengungkapkan kekecewaannya terhadap tindakan suporter yang berakibat pada penghentian pertandingan tanpa adanya tambahan waktu. Pertandingan juga sempat dihentikan sebanyak tiga kali lantaran asap dari cerawat yang mengganggu pemain di lapangan.
Bali United kalah 1-2 dari Persija di kandang sendiri. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/foc.) |
Selain itu Pieter menyebut suporter menganggap manajemen Bali United memberhentikan Widodo karena menolak mengalah di dua pertandingan. Menurutnya, tuduhan itu terlalu menghina manajemen Bali United karena itu berarti menganggap ia sebagai bagian dari mafia-mafia terkait isu pengaturan skor yang sedang ramai dibicarakan.
Pemberhentian Widodo dari kursi pelatih Bali United juga dijelaskan Pieter merujuk pada kontrak yang telah disepakati kedua pihak. Dalam klausul kontrak disebutkan bahwa kalau Bali United tiga kali kalah beruntun, manajemen berhak untuk memberhentikan Widodo.
"Soal Widodo karena memang Bali United sudah kalah terus. Kami gunakan hak kami. Pemain juga bisa disebut sudah tidak nyaman. Salah satunya dengan Irfan Bachdim, lalu pemain datang terlambat tidak dihukum, [Widodo] sudah tidak ada wibawanya," jelasnya. (ttf/sry)
Bali United kalah 1-2 dari Persija di kandang sendiri. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/foc.)