Messi hanya berada di posisi kelima dalam daftar Ballon d'Or musim ini di bawah Luka Modric, Cristiano Ronaldo, serta duo Prancis Kylian Mbappe dan Antoine Griezmann.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip Sportskeeda, berikut lima alasan Messi gagal meraih gelar Ballon d'Or 2018:
Kaka menjadi pemain terakhir yang memenangkan Ballon d'Or pada tahun 2007 sebelum didominasi Ronaldo dan Messi. Sejak itu, Ronaldo-Messi mendominasi gelar pemain terbaik selama satu dekade penuh dengan sama-sama meraih lima gelar.
Berakhirnya dominasi Ronaldo-Messi membuat perubahan positif. Sejumlah pemain bintang baru menambah ketat persaingan penghargaan dari majalah Prancis.
Sinyal berakhirnya dominasi Ronaldo dan Messi. (AFP PHOTO / GERARD JULIEN) |
2. Kylian Mbappe dan Luka Modric
Berdasarkan kinerja dan penampilan di Piala Dunia 2018, Kylian Mbappe dan Luka Modric menjadi dua nama besar yang sesungguhnya bersaing ketat untuk Ballon d'Or tahun ini.
Bahkan sebelum Piala Dunia dimulai, Mbappe telah menunjukkan keberaniannya dengan mencetak 13 gol dan delapan assist untuk Paris Saint-Germain musim lalu. Catatan angka itu dianggap cukup mengejutkan untuk seorang pemain sayap seperti Mbappe.
Kylian Mbappe berpeluang raih Ballon d'Or di masa mendatang. (REUTERS/Benoit Tessier) |
Begitu juga dengan Modric, pemain asal Kroasia yang berhadapan dengan Mbappe di final Piala Dunia. Meski Kroasia berakhir sebagai runner up di Piala Dunia, Modric menjadi salah satu nominasi terkuat di Ballon d'Or karena telah meraih gelar Liga Champions bersama Madrid.
3. Ancaman Cristiano Ronaldo
Tak dimungkiri, Cristiano Ronaldo selalu menjadi ancaman buat Lionel Messi. Persaingan keduanya menjadi yang paling menarik dalam sejarah sepak bola dunia.
Pada 2018 Ronaldo telah menorehkan 34 gol dan enam assist dalam pertandingan. Catatan itu membuatnya dengan mudah mengungguli musuh bebuyutannya, Lionel Messi.
Cristiano Ronaldo masih berpeluang untuk meraih gelar individu. (REUTERS/Massimo Pinca) |
4. Barcelona Tersingkir di Liga Champions
Salah satu bahan penilaian Ballon d'Or adalah prestasi di kompetisi elite Eropa dan turnamen internasional yang diraih seorang pesepakbola. Tercatat dalam lima tahun terakhir, pemenang Liga Champions tampil sebagai pemegang gelar juara Ballon d'Or pada empat kesempatan.
Fakta itu tidak menjadi pertanda baik bagi Lionel Messi ketika Barcelona tersingkir dari Liga Champions usai kalah di tangan AS Roma pada perempat final musim lalu.
Lionel Messi gagal mengantar Barcelona juara di Liga Champions musim lalu. (REUTERS/Jon Nazca) |
5. Bencana di Piala Dunia
Banyak yang percaya bahwa satu-satunya celah Lionel Messi adalah prestasinya bersama Argentina di Piala Dunia 2018. Jika Argentina sukses di Piala Dunia, bukan tak mungkin Messi meraih gelar Ballon d'Or keenamnya.
Di awal-awal Piala Dunia Argentina tampil begitu menakutkan, setidaknya sampai di babak 16 besar sebelum dikalahkan Prancis 3-4. Messi bahkan tidak sanggup untuk menahan gempuran yang berakhir pada kegagalan meraih Ballon d'Or keenamnya. (ttf/bac/jun)
Sinyal berakhirnya dominasi Ronaldo dan Messi. (AFP PHOTO / GERARD JULIEN)
Kylian Mbappe berpeluang raih Ballon d'Or di masa mendatang. (REUTERS/Benoit Tessier)
Cristiano Ronaldo masih berpeluang untuk meraih gelar individu. (REUTERS/Massimo Pinca)
Lionel Messi gagal mengantar Barcelona juara di Liga Champions musim lalu. (REUTERS/Jon Nazca)