"Tetap apresiasikan dia. Kita kan bukan manusia yang bisa sempurna. Apa Dayat [Hidayat] saja yang punya kesalahan? Kalian nanya-nanya ini pun banyak salahnya. Tapi kalian tak mau mundur," kata Edy usai membuka Gerakan Indonesia Sadar Administrasi [GISA] di Gedung Serbaguna, Jalan Pancing, Kabupaten Deliserdang, Selasa (4/12).
Menurut Edy, kasus dugaan pengaturan skor ini tetap akan diproses.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hidayat mundur dari Exco PSSI terkait dugaan pengaturan skor di Liga 2. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H) |
"Jadi ada tiga denda: Denda Rp150 juta, dilarang aktivitas sepak bola, dan dilarang masuk stadion," kata Umar.
"Itu [pengawasan hukuman Hidayat] urusan federasi [PSSI]," katanya.
Sebelumnya, Hidayat mengundurkan diri dari jabatannya sebagai anggota exco PSSI dalam konferensi pers di The Sultan Hotel pada Senin (3/12) sore. Nama Hidayat terlibat dalam pengaturan skor pertama kali disebut manajer Madura FC Januar Herwanto dalam program televisi Mata Najwa yang disiarkan secara langsung lewat saluran Trans7 pada Rabu (28/11) malam.
"Saya buka sedikit supaya tidak menjadi permasalahan. Ketika ditelepon [oknum pengaturan skor dari Sleman], dianggap saya masih mengurus Madura FC. Yang lain-lain tolong tidak untuk ditanyakan karena ini sudah saya sampaikan di Komisi Disiplin," ucap Hidayat dalam konferensi pers tersebut.
"Sekali lagi, bukan [sepenuhnya] inisiatif saya. Ini adalah kecelakaan. Tidak ada maksud untuk melindungi pihak manapun," ucapnya berkilah. (fnr/sry)
Hidayat mundur dari Exco PSSI terkait dugaan pengaturan skor di Liga 2. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)