Itu dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan animo suporter Persija dan The Jakmania yang diperkirakan bakal memadati area kawasan GBK. Bahkan, suporter Persija yang akan hadir diprediksi melebihi jumlah kapasitas tiket yang disediakan panitia pelaksana [Panpel] pertandingan Persija.
Apalagi pada laga terakhir di Liga 1 2018 ini Macan Kemayoran berpeluang besar untuk meraih gelar juara yang sudah 17 tahun dinantikan. Kondisi itu membuat antusiasme suporter diprediksi bakal membludak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gatot juga meminta kepada Jakmania yang bakal hadir untuk tidak membawa flare atau suar saat mendukung Persija di GBK. Pihak GBK bersama dengan Panpel Persija dan keamanan bakal memperketat pintu masuk penonton sejak di ring empat sampai ring dua untuk menghindari adanya suar yang bobol masuk ke stadion.
Persija menanti gelar juara saat hadapi Mitra Kukar. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/foc.) |
Kendati demikian Persija bersedia menerima upaya terbaik yang dilakukan PPK GBK di waktu persiapan yang singkat, dan bisa memaklumi keadaan SUGBK yang tidak seideal biasanya.
Terlebih soal rumput, PPK GBK tidak bisa menjanjikan kondisi rumput bisa 100 persen maksimal. Begitu juga soal kebersihan kawasan yang tidak dijanjikan siap 100 persen.
"Awalnya memang [Persija] tidak di GBK. Tapi karena kebutuhan dan dorongan dari Jakmania jadi berkembang dan minta digelar di GBK. Selain laga terakhir, Persija juga punya peluang jadi juara jadi kami memaklumi," Gatot menambahkan. (ttf/bac)
Persija menanti gelar juara saat hadapi Mitra Kukar. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/foc.)