Kevin/Marcus sedang mempersiapkan diri untuk mempertahankan gelar pada kejuaraan penutup tahun. Selama dua pekan, pasangan ganda putra nomor satu dunia itu berlatih di bawah arahan pelatih Herry Iman Pierngadi.
Lihat juga:Edy Rahmayadi: Saya Tak Mau Mundur dari PSSI |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati meraih sembilan gelar sejak Januari hingga November 2018, Kevin/Marcus mengalami kegagalan di Prancis Terbuka, China Terbuka, Kejuaraan Dunia, dan Malaysia Terbuka.
Herry IP melatih Kevin/Marcus jelang tampil di turnamen akhir tahun. (CNN Indonesia/Aulia Bintang Pratama) |
"Kalau mau lihat kekalahannya kan banyak faktor penyebab. Pertama, soal hakim servis seperti yang terjadi di China Open, hal itu memang mengganggu konsentrasi mereka. Kami sudah mendiskusikan hal ini, apa yang harus dilakukan kalau terjadi lagi hal seperti ini. Kami sudah siap dengan solusi dan strateginya bagaimana."
"Faktor kedua lebih ke non-teknik. Han/Zhou adalah pemain muda, rangkingnya masih jauh di bawah Kevin/Marcus. Kalau kalah biasa, kalau menang, tentunya ini surprise. Jadi mereka tampil nothing to lose," tutur pelatih yang sudah berada di pelatnas PBSI sejak era 1990-an itu.
Kejuaraan World Tour Finals hanya berlaku bagi pebulutangkis yang berada di jajaran delapan besar daftar peringkat Race to Guangzhou. Pebulutangkis yang banyak ambil bagian di turnamen kategori world tour sepanjang tahun 2018, memiliki peluang besar untuk menduduki peringkat teratas Race to Guangzhou.
Tim Indonesia akan bertolak ke Guangzhou pada hari Minggu (9/12) pagi. Jadwal pengundian World Tour Finals 2018 akan dilakukan pada 10 Desember 2018, pukul 10.15 waktu Guangzhou. (nva/sry)
Herry IP melatih Kevin/Marcus jelang tampil di turnamen akhir tahun. (CNN Indonesia/Aulia Bintang Pratama)