Kevin/Marcus Benahi Kelemahan Sebelum World Tour Finals

CNN Indonesia | Jumat, 07/12/2018 07:38 WIB
Kevin/Marcus Benahi Kelemahan Sebelum World Tour Finals Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon meraih sembilan gelar sejak Januari hingga November 2018. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon membenahi kelemahan sebelum tampil di BWF World Tour Finals 2018 di Guangzhou, China, pada 12-16 Desember 2018.

Kevin/Marcus sedang mempersiapkan diri untuk mempertahankan gelar pada kejuaraan penutup tahun. Selama dua pekan, pasangan ganda putra nomor satu dunia itu berlatih di bawah arahan pelatih Herry Iman Pierngadi.

"Persiapannya kurang lebih sama, kalau Kevin lebih ke jaga kondisi, maintain saja otot tangannya, jangan sampai cederanya kambuh. Sedangkan Marcus fokus di peningkatan kualitas pertahanan. Kalau kita lihat, terutama saat melawan pemain Tiongkok, Marcus paling sering diincar oleh lawan," ujar Herry.


"Kami sudah evaluasi hal ini, sampai tadi pagi sudah kelihatan peningkatannya, banyak peningkatan dari segi pertahanannya," ujar Herry.

Kendati meraih sembilan gelar sejak Januari hingga November 2018, Kevin/Marcus mengalami kegagalan di Prancis Terbuka, China Terbuka, Kejuaraan Dunia, dan Malaysia Terbuka.

Herry IP melatih Kevin/Marcus jelang tampil di turnamen akhir tahun.Herry IP melatih Kevin/Marcus jelang tampil di turnamen akhir tahun. (CNN Indonesia/Aulia Bintang Pratama)
Di Prancis Terbuka dan China Terbuka, pasangan berjuluk The Minions itu kalah dari pasangan muda China Han Chengkai/Zhou Haodong. Hasil tersebut menjadi evaluasi bagi Herry untuk memperbaiki penampilan anak asuhnya.

"Kalau mau lihat kekalahannya kan banyak faktor penyebab. Pertama, soal hakim servis seperti yang terjadi di China Open, hal itu memang mengganggu konsentrasi mereka. Kami sudah mendiskusikan hal ini, apa yang harus dilakukan kalau terjadi lagi hal seperti ini. Kami sudah siap dengan solusi dan strateginya bagaimana."

"Faktor kedua lebih ke non-teknik. Han/Zhou adalah pemain muda, rangkingnya masih jauh di bawah Kevin/Marcus. Kalau kalah biasa, kalau menang, tentunya ini surprise. Jadi mereka tampil nothing to lose," tutur pelatih yang sudah berada di pelatnas PBSI sejak era 1990-an itu.

Kejuaraan World Tour Finals hanya berlaku bagi pebulutangkis yang berada di jajaran delapan besar daftar peringkat Race to Guangzhou. Pebulutangkis yang banyak ambil bagian di turnamen kategori world tour sepanjang tahun 2018, memiliki peluang besar untuk menduduki peringkat teratas Race to Guangzhou.

Indonesia meloloskan enam wakil ke World Tour Finals 2018 yaitu Anthony Sinisuka Ginting dan Tommy Sugiarto (tunggal putra), Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (ganda putra), Greysia Polii/Apriyani Rahayu (ganda putri) dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja (ganda campuran).

Tim Indonesia akan bertolak ke Guangzhou pada hari Minggu (9/12) pagi. Jadwal pengundian World Tour Finals 2018 akan dilakukan pada 10 Desember 2018, pukul 10.15 waktu Guangzhou. (nva/sry)


BACA JUGA