Yel-yel tersebut memang terkesan lumrah terdengar di saat Persija berlaga. Itu merupakan pertanda bahwa suporter mengharapkan sang idola segera dimainkan di lapangan.
Pelatih Persija, Stefano Cugurra Teco, pun menangkap pesan tersebut. Ia sudah menyiapkan Bambang Pamungkas 10 menit sebelum waktu normal usai di laga penentu juara Liga 1 2018.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Permohonan pergantian pemain pun sudah diberikan ke meja panitia pelaksana pertandingan. Bepe tinggal menunggu bola mati agar wasit bisa memberikan izin masuk ke lapangan.
Sisa waktu pertandingan berubah mencekam bagi Persija karena tim lawan sedang jor-joran menyerang. Belum lagi wasit memberikan waktu tambahan tiga menit setelah waktu normal berakhir.
[Gambas:Twitter]
Maklum, Persija amat membutuhkan kemenangan untuk memastikan gelar juara Liga 1 2018. Terlebih di tempat terpisah, tim rival yang hanya terpaut satu poin, PSM Makassar sudah memastikan kemenangan 5-1 atas PSMS Medan.
Jika Persija vs Mitra Kukar seri, maka PSM lah yang berhak keluar sebagai kampiun. Namun, nasib tetap berpihak pada Persija. Tim Ibukota sukses mempertahankan keunggulan 2-1 hingga laga usai sekaligus mengunci gelar ke-11 di Liga Indonesia.
Bepe hanya bermain selama lima menit di lapangan dan tak banyak mendapat kesempatan untuk unjuk gigi. Namun, suporter sudah cukup puas untuk menyaksikan Bepe terlibat dalam sejarah manis Persija sore itu.
Mungkin, ini akan menjadi laga pamungkas Bepe untuk Persija. Mengingat usia 38 tahun tak lagi ideal bagi pesepakbola untuk bermain di level tertinggi.
Bambang Pamungkas ikut membawa Persija juara Liga Indonesia pada 2001 silam. (ANTARA FOTO/Maulana Surya) |
Bepe terus berjuang melawan keterbatasan. Risiko menjadi pemain cadangan harus ditanggung dan rela menjadi penghangat bangku cadangan.
Musim ini, Bepe hanya tiga kali turun sebagai starter dari total 13 penampilannya di Liga 1 2018. Ia kalah bersaing dengan bomber asal Kroasia, Marko Simic, yang meroket sejak turnamen pramusim Piala Presiden 2018.
Dengan kesempatan bermain terbatas, Bepe pun hanya mampu mengemas satu gol di Liga 1. Sementara Simic jadi pemain tersubur Persija dengan torehan 17 gol.
Sebelumnya Bepe mengantarkan Persija juara Piala Presiden 2018. (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha) |
Bepe memang bukan one man club seperti halnya kiper legendaris Persela Lamongan Choirul Huda. Namun, pemain yang unggul dalam bola udara itu lebih banyak menghabiskan karier bersama Persija.
Pelita Bandung Raya jadi klub lokal kedua yang pernah menjadi pelabuhan Bepe pada musim 2014. Tapi, keputusan ini diambil karena konflik dengan manajemen Persija terkait kasus penunggakan gaji.
Sinyal Pensiun
Laga Persija vs Mitra kemungkinan bakal jadi laga pamungkas Bepe di Persija. Sinyal pensiun semakin nyata setelah Bepe meminta kata "Pamungkas" disematkan di bagian bawah nomor punggung jerseynya.
Pada 2012 silam, Bepe memberikan sinyal pensiun dari Timnas Indonesia setelah menggunakan nama "Pamungkas" tanpa Bambang di jersey-nya.
"Saya memutuskan untuk menggunakan nama 'Pamungkas', daripada 'Bambang' seperti yang biasa saya kenakan di jersey tim nasional saya," kata Bambang dalam laman pribadinya.
Mungkin, tak lama lagi Bepe akan kembali membuat tulisan salam perpisahan untuk Persija. Maka, chant suporter 'Bambang Pamungkas' di laga Persija kemarin boleh jadi pamungkas karena ia sudah bisa pensiun dengan tenang usai mempersembahkan gelar pamungkas untuk Persija. (jun/sry)
Bambang Pamungkas ikut membawa Persija juara Liga Indonesia pada 2001 silam. (ANTARA FOTO/Maulana Surya)
Sebelumnya Bepe mengantarkan Persija juara Piala Presiden 2018. (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)