"Penampilan para pemain kami tidak buruk, bisa mengimbangi permainan PS Tira, cuma sayang harus terhenti, karena memang kami pikir ada beberapa keputusan wasit yang tidak tepat," kata pelatih kepala PSIM, Bona Elisa Simanjuntak usai pertandingan seperti dikutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bona menilai, setidaknya ada dua keputusan wasit yang dinilainya merugikan tim. Yakni, saat wasit memutuskan tidak ada 'hand ball', padahal menurut para pemain PSIM, bola itu mengenai tangan pemain PS TIRA setelah ditendang ke arah gawang.
PS TIRA unggul 2-0 atas PSIM Yogyakarta. (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah) |
Meski demikian, manajemen PSIM tetap menyayangkan sikap suporter yang turun ke lapangan hingga membuat pertandingan terhenti.
"Kalau kecewa sih iya, tapi jangan sampai merugikan seperti ini, karena itu nanti imbasnya ke tim. Kita tanpa dukungan suporter tidak ada apa-apanya, tapi ke depan supaya menyikapi hal-hal yang tidak cocok dengan cara yang lebih baik," katanya.
"Kita sebenarnya tidak menginginkan situasi seperti ini karena kita bermain bola ada yang memimpin, ada aturannya, tapi situasi massa seperti itu tidak bisa kita hindari. Kalau secara permainan berimbang, saling memberikan perlawanan dan enak ditonton," katanya. (jun)
PS TIRA unggul 2-0 atas PSIM Yogyakarta. (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)