Setelah unggul 1-0 di awal gim pertama, Kevin/Marcus lebih sering tertinggal di paruh awal gim pertama. Setelah tertinggal 3-6, Kevin/Marcus tertinggal satu angka, 10-11 saat interval.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun serangan yang baik dari Li/Liu lalu membuat mereka meraih game point pada angka 20-18 lewat catatan tiga poin beruntun. Li/Liu kemudian langsung memenangkan gim pertama setelah pengembalian shuttlecock Minions keluar.
Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon harus memenangi laga terakhir lawan Han Chengkai/Zhou Haodong. (Dok. Humas PBSI) |
Kevin/Marcus sempat meraih tiga poin beruntun namun servis Marcus yang di-foul membuat skor menjadi 16-12 untuk Li/Liu.
Kevin/Marcus terus berusaha mengejar perolehan poin Li/Liu, namun variasi serangan smes dan dropshot ganda China tersebut membuat Li/Liu mampu mempertahankan keunggulan hingga angka 18-14.
Dalam situasi terdesak, Kevin/Marcus mampu merebut tiga poin beruntun yang membuat kedudukan menjadi 17-18, namun Kevin/Marcus gagal dalam adu reli setelah momen tersebut. Li/Liu memimpin dua angka, 19-17.
Kevin/Marcus berhasil mengatasi tekanan dan sukses merebut tiga poin beruntun yang membuat mereka berbalik unggul 20-19. Pengembalian shuttlecock Kevin yang keluar membuat skor menjadi 20-20.
Lewat pertarungan ketat, dua game point berikutnya yang didapat Kevin/Marcus juga selalu gagal. Li/Liu lalu mendapat match point pada angka 23-22 dan sukses menutup pertandingan lewat kemenangan adu reli. Skor 24-22 untuk Li/Liu di akhir pertandingan.
Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon harus memenangi laga terakhir lawan Han Chengkai/Zhou Haodong. (Dok. Humas PBSI)