Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan, pembentukan satgas bertujuan untuk mengantisipasi pengaturan skor yang semakin marak diperbincangkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri tengah menjajaki pembentukan satgas bersama Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
Hidayat (tengah) mundur dari anggota Exco PSSI. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H) |
"Nanti didalami oleh Dittipidum apakah pidana apa nanti bisa penipuan atau masalah menyangkut undang-undang di bidang keolahragaan atau perbuatan curang nanti akan didalami bersama dengan PSSI yang tahu pola dan mekanismenya," ucap jenderal bintang satu itu.
Karo Penmas Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo. (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon) |
Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono mengatakan statuta PSSI memungkinkan pembentukan komite ad hoc tersebut.
"Komite ini nantinya akan menginvestigasi keanehan yang terjadi di lapangan dan dalam prosesnya membangun langkah-langkah pencegahan. Tidak langsung mengambil tindakan," ujar Joko dalam laman resmi PSSI.
PSSI juga berencana membuat Komite Ad Hoc pemberantasan pengaturan skor. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Isu pengaturan skor mulai kembali terlihat setelah pengakuan dari Manajer Madura FC Januar Herwanto. Ia menyebut pernah ditawari sejumlah uang oleh anggota komite eksekutif (exco) PSSI, Hidayat, agar mengalah dengan PSS Sleman di Liga 2.
Hidayat (tengah) mundur dari anggota Exco PSSI. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)
Karo Penmas Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo. (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon)
PSSI juga berencana membuat Komite Ad Hoc pemberantasan pengaturan skor. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)