Pochettino Sedih Mourinho Dipecat Manchester United

CNN Indonesia | Rabu, 19/12/2018 09:46 WIB
Pochettino Sedih Mourinho Dipecat Manchester United Mauricio Pochettino tak terlalu memikirkan isu dirinya sebagai target Manchester United. (Reuters / Phil Noble)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mauricio Pochettino menanggapi kepergian Jose Mourinho dengan mengatakan berita tersebut merupakan berita sedih dan mengaku tidak memikirkan rumor kepindahan dari Tottenham Hotspur ke Manchester United.

Pelatih asal Argentina itu menjadi salah satu calon yang disebut-sebut akan menggantikan Mourinho di Old Trafford. Namun Pochettino mengaku tak memikirkan berbagai gunjingan yang mengaitkan dirinya dengan klub Inggris tersukses di era Liga Primer.
"Pertama-tama saya ingin mendoakan yang terbaik untuknya [Jose Mourinho]. Saya merasa bersimpati. Karena Anda tahu dengan baik bahwa saya memiliki hubungan yang sangat baik dengannya," kata Mourinho seperti dikutip dari The Guardian.

"Dia adalah sosok teman yang sangat baik dan ini adalah berita sedih yang terjadi pada hari ini," sambung mantan manajer Espanyol dan Southampton itu.

Pochettino menyadari perpisahan Mourinho dengan Man United mengaitkan namanya dengan Paul Pogba dan kawan-kawan, namun mantan bek tengah timnas Argentina itu segera menyanggah kemungkinannya menyeberang dari London ke Manchester.
Pochettino Sedih Mourinho Dipecat Manchester UnitedMauricio Pochettino sudah berpengalaman menjadi pelatih di Liga Primer. (REUTERS/Andrew Yates)
"Kami tahu sekali mengenai rumor yang beredar, banyak rumor yang beredar. Tetapi apa yang terjadi di klub lain saat ini bukan urusan saya," jelas Pochettino.

Selan Pochettino, beberapa nama lain yang diprediksi akan menjadi pengganti Mourinho adalah Zinedine Zidane, Didier Deschamps, Laurent Blanc, dan Ryan Giggs.
"Saya fokus untuk memberikan yang terbaik di klub sepak bola ini [Tottenham Hotspur]," tambahnya.

Pochettino sudah menangani Tottenham sejak musim 2014/2015. Bersama The Lilywhites, Pochettino cukup sukses dengan membawa klub asal London Utara itu bersaing di papan atas. Bahkan pada musim 2016/2017, Tottenham menjadi runner up Liga Primer.


(nva/ptr)