Zulkifli Syukur Ikut Bicara Soal Misteri Final Piala AFF 2010

CNN Indonesia | Kamis, 20/12/2018 16:43 WIB
Zulkifli Syukur Ikut Bicara Soal Misteri Final Piala AFF 2010 Zulkifli Syukur sebut ada dugaan pencemaran nama baik. (CNNIndonesia/M. Arby Rahmat)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan pemain Timnas Indonesia Zulkifli Syukur menceritakan kejadian jelang final leg pertama di Piala AFF 2010. Menurutnya, tak ada hal ganjil atau mencurigakan yang terjadi jelang maupun saat pertandingan berlangsung di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia.

Zulkifli mengatakan pada saat itu Timnas Indonesia berada di satu hotel yang sama dengan Malaysia. Hotel yang ditempati kedua tim kesebelasan itu terbilang mewah.

Zulkifli yang masih membela PSM Makassar di Liga 1 2018 itu juga mengaku tidak mengetahui sosok perempuan misterius yang disebut Mantan Manajer Timnas Indonesia Andi Darussalam Tabusalla [ADS] sebagai sosok yang diduga memberikan suap di hotel tempat timnas menginap saat final leg pertama Piala AFF 2018. ADS menyebut itu usai menjadi pembicara pada acara Mata Najwa, Rabu (19/12) malam.


Selama berada di hotel, Zulkifli mengaku tak menemui sosok lain selain tim dan ofisial Timnas Indonesia.

"Kalau dibilang ada sosok perempuan, saya kurang tahu. Karena pada saat itu saya tidak mengerti yang nama gitu-gitu," ungkap Zulkifli.

Lebih lanjut Zulkifli menjelaskan isu pengaturan skor di Piala AFF 2010 berkembang pertama kali pada 2011. Kala itu tiga nama pemain Timnas Indonesia; Markus Horison, Maman, dan Firman Utina diduga terlibat suap.

Zulkifli dan kawan-kawan akhirnya bertemu dan sepakat bakal terbuka jika ada penyelidikan lebih lanjut soal misteri final leg pertama Piala AFF 2010 yang mempertemukan Timnas Indonesia vs Malaysia.

Timnas Indonesia kalah 0-3 di leg pertama final Piala AFF 2010.Timnas Indonesia kalah 0-3 di leg pertama final Piala AFF 2010. (REUTERS/Bazuki Muhammad)
Pada laga tersebut, Timnas Indonesia yang tampil cemerlang di sepanjang turnamen, malah kalah 0-3 dari Malaysia di leg pertama. Indonesia pun harus tersingkir karena hanya mampu menang 2-1 di Jakarta.

"Saat itu kami siap jika terbukti salah satu dari kami, pemain Timnas Indonesia di Piala AFF 2010, menerima suap, kami siap menerima hukuman yang berlaku di Indonesia. Tapi jika itu tidak bisa dibuktikan, yang melontarkan berita ini juga harus dihukum karena bisa masuk pencemaran nama baik."

"Tapi setelah itu sampai sekarang tidak ada lagi berembus masalah ini. Berarti tidak ada [kasus suap], kan? Pak Andi juga tidak bilang menuduh Maman, dia cuma melihat kalau saja Maman menahan bola tidak akan gol. Tapi kita tidak tahu apa yang menjadi keputusan Maman pada saat itu," jelas Zulkifli.

Pemain 34 tahun itu mengerti ADS kembali mengungkit isu adanya pengaturan skor di leg pertama Piala AFF 2010 untuk mengklarifikasi tuduhan-tuduhan kepadanya. Namun, Zulkifli sangat menyangkan ADS menyebut nama Maman sekalipun kebenarannya masih dipertanyakan.

"Saya bukan melindungi Maman, tapi alangkah bagusnya juga menyebutkan nama semua pemain atau pelakunya. Karena ada beberapa kali Najwa [pembawa acara Mata Najwa, Najwa Shihab] mendesak Andi sebut nama," terangnya. (TTF)