Milla Turut Berduka untuk Korban Tsunami Selat Sunda

CNN Indonesia | Senin, 24/12/2018 00:25 WIB
Mantan pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla, menyatakan bela sungkawa atas tsunami Selat Sunda yang menerjang Banten dan Lampung, Sabtu (22/12) malam. Luis Milla turut berbelasungkawa atas kejadian tsunami di Indonesia. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla, menyatakan bela sungkawa atas tsunami Selat Sunda yang menerjang Banten dan Lampung, Sabtu (22/12) malam.

Milla yang sudah tak lagi menangani skuat Garuda selepas Asian Games 2018 mengaku turut berduka atas kejadian yang menimpa dua provinsi di Indonesia yang menimbulkan korban jiwa hingga 222 orang dan korban luka mencapai lebih dari 800 orang.

"Sangat sedih mengetahui berita yang datang dari Indonesia. Salam untuk semua yang terkena bencana. Tetaplah kuat," tulis Milla dalam bahasa Inggris dan Spanyol di akun instagram @luismillacoach yang juga memperlihatkan gambar pantai di Indonesia dengan warna hitam putih beserta tulisan 'pray for banten' dan 'pray for lampung'.


Tulisan dan gambar yang diunggah pada Minggu (23/12) malam waktu Indonesia barat itu mendapat komentar dari 1700-an akun dan mendapat lebih dari 39 ribu like pengguna instagram.

[Gambas:Instagram]
Beberapa akun yang menyukai unggahan Milla antara lain adalah mantan pelatih Bali United Widodo Cahyono Putro, serta beberapa pemain Timnas Indonesia seperti Fachruddin Wahyudi Aryanto, Septian David Maulana, dan I Putu Gede Juni Antara.

Mayoritas komentar yang membalas pesan Milla mengucapkan rasa terima kasih, serta tidak sedikit pula yang melontarkan harapan agar mantan pemain Barcelona, Real Madrid, dan Valencia itu bisa kembali melatih Hansamu Yama Pranata dan kawan-kawan.

Milla memang sudah tidak menangani Timnas Indonesia sejak Oktober, namun beberapa unggahan di media sosial masih menunjukkan Milla memiliki perhatian kepada kesebelasan Merah Putih.

Selain menelan korban, data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Minggu (23/12) sore memaparkan tsunami yang menerjang perairan Serang, Banten, dan Lampung pada Sabtu malam itu juga merusak sedikitnya 556 rumah, sembilan hotel, 60 warung kuliner, dan 350 kapal serta perahu di Kabupaten Pandeglang.

Sedangkan di Kabupaten Lampung Selatan tercatat 110 rumah rusak dan pendataan kerusakan bangunan di Kabupaten Serang masih terus dilakukan. (nva/jun)