Sebelumnya PSSI menunjuk empat pelatih untuk menangani empat kategori. Simon McMenemy untuk Timnas Indonesia senior, Indra Sjafri bersama Timnas Indonesia U-22, Bima Sakti di posisi pelatih Timnas Indonesia U-16, dan Rully Nere bersama Timnas Indonesia putri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fakhri berharap ada sikap tegas yang dari PSSI soal kepastian dirinya yang tidak bakal menjadi pelatih Timnas Indonesia dalam waktu dekat. Sekalipun alasannya karena PSSI dan Fakhri tidak memiliki pandangan yang sama dalam berbagai hal.
Bima Sakti gantikan posisi Fakhri Husaini sebagai pelatih Timnas Indonesia U-16. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari) |
"Kalau diputuskan [tidak lagi jadi pelatih Timnas Indonesia U-16] karena sikap saya banyak yang menentang ya tidak apa-apa. Ketika mereka mengumumkan tiga pelatih untuk empat tim, artinya ini sikap buat saya bahwa mereka tidak pakai [jasa] saya lagi," ujar Fakhri kepada CNNIndonesia.com, Rabu (26/12).
"Dengan apa yang saya dapat seharusnya mereka tidak memperlakukan saya seperti ini. Kalau cara mereka seperti ini, ada komunikasi lah yang dibangun dengan saya. Saya bukan orang yang suka digantung-gantung. Harus tegas, ini masalah untuk bangsa dan negara saya tidak suka sama cara mereka seperti ini," tandasnya.
"Saya bukan orang yang mengejar jabatan, apalagi jabatan pelatih sepak bola. Timnas Indonesia sekalipun enggak perlu dikejar-kejar," Fakhri menegaskan.
CNNIndonesia.com sudah mencoba mengonfirmasi PSSI dengan mengontak Sekjen, Ratu Tisha Destria, terkait masalah ini tetapi belum mendapat respons. (bac)
Bima Sakti gantikan posisi Fakhri Husaini sebagai pelatih Timnas Indonesia U-16. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)