Usai diperiksa, Gatot menemui wartawan yang sudah menunggu sejak pukul 10.00 WIB. Menurut Gatot yang didampingi dua wakil bidang hukum Kemenpora, pemeriksaan berjalan dengan kondusif.
"Tadi pemeriksaan berjalan baik dimulai dari jam 10 dan berakhir jam 14.00. Tadi ada dua sesi pertama sampai jam 12.30, lalu rehat dilanjut lagi jam 13.00. Praktis pemeriksaan berlangsung tiga jam," kata Gatot usai pemeriksaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total ada sekitar 25 pertanyaan yang diajukan penyidik kepada Gatot. Dua pertanyaan terkait dengan pengetahuan Gatot soal dua pertandingan yang diduga terindikasi adanya pengaturan skor yakni pertandingan antara PSMP Mojokerto melawan Aceh United serta PSS Sleman kontra Madura FC di Liga 2 2018.
Gatot ditanya soal dugaan pengaturan skor di laga PSS Sleman vs Madura FC di Liga 2 2018. (Screenshot via instagram (@madura.fc_official)) |
"Karena meskipun tidak dimasukkan BAP [Berita Acara Pemeriksaan] tadi kami sampaikan pada tanggal tertentu pada awal 2015 saat Tim 9 masih bekerja, kami telah memanggil seorang runner yang waktu itu asumsi kami, bisa menjadi seorang whistle blower. Tetapi faktanya, yang bersangkutan, tidak menjadi whistle blower. Itu kami juga serahkan pada penyidik," ujar Gatot.
Tim 9 dibentuk Kemenpora sebagai Tim Ad-Hoc pencari fakta terkait sepak bola gajah yang terjadi pada kompetisi sepak bola nasional musim 2015 lalu. Saat itu, indikasi sepak bola gajah terdapat pada pertandingan antara PSS Sleman melawan PSIS Semarang di Divisi Utama.
Mewakili Kemenpora, Gatot berjanji bakal kooperatif dengan Satags Pemberantasan Pengaturan Skor. Jika ke depannya ada pemanggilan lanjutan, Gatot menyebut bakal kembali datang memenuhi panggilan.
"Kami sampaikan bahwa Kemenpora bersama-sama dengan Satgas Bareskrim sepenuhnya mendukung agar masalah pengaturan skor ini tuntas," pungkasnya. (ttf/sry)
Gatot ditanya soal dugaan pengaturan skor di laga PSS Sleman vs Madura FC di Liga 2 2018. (Screenshot via instagram (@madura.fc_official))