Laga Man City vs Liverpool bisa menentukan peta persaingan menuju gelar juara kompetisi paling elit Inggris. Sejauh ini Liverpool memang tak terbendung dengan tidak terkalahkan dari 20 laga. Liverpool juga menjadi satu-satunya tim yang selalu menang di Liga Inggris sepanjang Desember 2018. Namun Si Merah bukannya tanpa cela.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pep Guardiola dan Juergen Klopp total sudah 15 kali bertemu di semua kompetisi. (REUTERS/Phil Noble) |
Namun bedanya bukan melalui pemain sayap, tapi dari peran kedua full back Liverpool yang rajin maju. Hal inilah yang justru kerap dimanfaatkan lawan untuk menciptakan peluang atau bahkan membobol gawang Liverpool.
Kala menjamu Arsenal lagi-lagi sektor kanan pertahanan Liverpool yang dijaga Trent Alexander-Arnold meninggalkan lubang. Berawal dari umpan satu-dua para pemain Arsenal, Alex Iwobi mampu melakukan penetrasi dan dengan leluasa mengirimkan umpan untuk diselesaikan oleh Ainsley Maitland-Niles.
Sayap-sayap Manchester City bisa merepotkan Liverpool. (REUTERS/Andrew Yates) |
Arsenal dan Man United yang sempat mencuri gol melalui sektor sayap, tak bisa melanjutkan hal serupa sehingga harus menelan kekalahan. Mereka justru lebih banyak berkutat di lini tengah, zona yang menjadi andalan Liverpool di musim ini. Lini tengah The Reds diisi oleh gelandang-gelandang 'ngotot' seperti Georginio Wijnaldum atau Fabinho.
Untuk dapat menang, Pep harus belajar dari kondisi ini. Guardiola cukup beruntung karena para gelandang serang Man City seperti David Silva, Bernardo Silva, atau Kevin de Bruyne telah terbiasa bermain melebar untuk membuka ruang saat menyerang.
Hal ini terbukti saat mereka menang di kandang Southampton. Gol pertama dari David Silva berawal dari kerja sama antara Riyad Mahrez yang membuka ruang bagi Bernardo Silva untuk merangsek dari sektor sayap. Pada laga itu Bernardo Silva juga mencatatkan persentase operan sukses hingga 92 persen.
Catatan di atas membuat Guardiola menjadi salah satu manajer yang paling berpotensi menahan langkah Liverpool menuju podium juara Liga Inggris. Bisa jadi Pep merupakan antitesis dari strategi jitu yang diracik Klopp musim ini. (har)
Pep Guardiola dan Juergen Klopp total sudah 15 kali bertemu di semua kompetisi. (REUTERS/Phil Noble)
Sayap-sayap Manchester City bisa merepotkan Liverpool. (REUTERS/Andrew Yates)