"Mereka masuk dalam proyek jangka panjang Persebaya," ujar Manajer Persebaya Candra Wahyudi di sela-sela penyerahan jersey di Surabaya seperti dikutip dari Antara, Minggu (6/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan, Ernando Ari menjadi benteng terakhir Timnas yang pada partai final melawan Thailand. Ia tercatat sukses menepis dua tendangan penalti lawan dan disebut-sebut sebagai salah satu kiper masa depan Timnas Indonesia.
Brylian Aldama menjadi salah satu pilar Timnas Indonesia U-16. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat) |
"Kalau sekarang mereka belum bisa karena usianya masih 16, tapi 1-2 tahun lagi tak ada yang tidak mungkin. Semisal, bek dan kapten Timnas U-19, Rahmat Irianto, bisa masuk tim senior di usia 17 tahun," ucapnya.
Sementara itu, Brylian dan Ernado Ari mengaku bangga bisa dikontrak dan menjadi bagian jangka panjang dari Persebaya, terlebih merupakan tim impiannya sejak kecil.
"Siapa yang tidak bangga pakai kostum Persebaya? Tim ini adalah impian saya sejak kecil dan terima kasih karena manajemen telah mengontrak. Semoga saat-saat mendatang bisa masuk ke tim senior dan bermain di hadapan Bonek," kata Brylian, yang merupakan putra daerah kelahiran Surabaya tersebut.
Keempat pemain itu merupakan bagian dari tim Pro Elite Academy Persebaya U-16 di bawah asuhan Yongky Kastanja yang turut membawa tim ke babak delapan besar Liga 1 U-16 musim lalu. (jun)
Brylian Aldama menjadi salah satu pilar Timnas Indonesia U-16. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)