Tepatnya pada 2008 ketika klub berganti kepemilikan ke konglomerat Uni Emirat Arab, Sheikh Mansour, The Citizens mengajukan tawaran sebesar £50 juta atau setara kurs waktu itu Rp902 miliar.
Awalnya kala itu Direktur Eksekutif yang baru ditunjuk, Garry Cook, diminta langsung melakukan negosiasi dengan sejumlah klub untuk membeli pemain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Janji-janji yang Diingkari di Real Madrid |
Manchester City selalu bertabur para pemain bintang usai dibeli oleh Shiekh Mansour. (REUTERS/Jon Super) |
Cook bersama orang kepercayaan Shinawatra, Pairoj Piempongsant, segera melakukan penawaran kepada sejumlah klub untuk membeli pemain pada menit-menit terakhir.
Di tengah kesibukan melalui sambungan telepon dan diskusi yang begitu terburu-buru, momen tersebut digambarkan sebagai situasi gila di Man City yang mencoba sekilat mungkin membeli pemain bintang.
Secara tiba-tiba, Cook menerima telepon dari pihak ketiga untuk memastikan keseriusan Man City merekrut Messi. Ia pun disebut-sebut dalam posisi bingung, namun tertarik.
Kenyataannya, upaya tersebut gagal total. Penawaran Man City sebesar £50 juta dianggap menyinggung pihak Barcelona karena sosok kebintangan La Pulga. Terlebih saat itu penyerang asal Argentina tersebut juga ikut membawa Barca juara Liga Champions musim 2005/2006.
Angka penawaran itu dianggap terlalu kecil untuk status bintang. Pembandingnya adalah rival Messi, Cristiano Ronaldo, yang waktu itu dilepas Manchester United ke Real Madrid pada 1 Juli 2009 dengan nilai transfer €94 juta atau setara Rp1,3 triliun berdasarkan kurs waktu itu. (bac/har)
Manchester City selalu bertabur para pemain bintang usai dibeli oleh Shiekh Mansour. (REUTERS/Jon Super)