Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan Nurul Safarid ditangkap di kawasan Jawa Barat, kemarin.
"Tersangka ditangkap di Garut, kemarin Senin (7/1)," kata Argo kepada CNNIndonesia.com, Selasa (8/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan wasit Nurul Safarid menerima suap Rp45 juta. (CNN Indonesia) |
Penangkapan Nurul berawal dari laporan yang diteeima polisi dari Banjarnegara. Polisi pun mengejar Nurul hingga ke Garut, Jawa Barat.
Satgas Anti Mafia Bola memang mengembangkan penyelidikan hingga ke wasit-wasit dan perangkat pertandingan terkait dugaan pengaturan skor di kompetisi Liga 3 dan Liga 2.
Argo melanjutkan, Nurul Safarid sempat hadir di satu pertemuan yang berisikan banyak pihak. Pertemuan itu membahas terkait rencana membantu kemenangan Persibara atas PS Pasuruan.
Pertemuan itu, ujar Argo, dihadiri oleh banyak pihak pemangku kepentingan, termasuk Nurul. Selanjutnya pertemuan itu dihadiri oleh perangkat pertandingan hingga pengamat pertandingan pada pertengahan bulan Oktober 2018 di Hotel Central Banjarnegara.
"Yang hadir ialah Priyanto, Johar Lin Eng, Dwi Irianto alias Mbah Putih dan Tika," kata Argo.
"Kemudian hadir pula perangkat pertandingan yakni wasit atas nama Nurul Safarid, dua asisten wasit, wasit cadangan Chalid Hariyanto, serta pengamat pertandingan," lanjut dia. (ctr/har/bac)
Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan wasit Nurul Safarid menerima suap Rp45 juta. (CNN Indonesia)