Kisah Atlet Poker 'Disekap' Demi Taruhan Rp876 Juta

CNN Indonesia | Jumat, 11/01/2019 23:36 WIB
Kisah Atlet Poker 'Disekap' Demi Taruhan Rp876 Juta Ilustrasi kartu permainan. (StockSnap/Piotr Lohunko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hanya sedikit orang yang bersedia berada di kamar mandi yang terkunci dan gelap demi sebuah taruhan. Atlet poker profesional asal Amerika Serikat, Rich Alati, adalah salah satunya.

Alati menang taruhan sebesar US$62.400 atau sekitar Rp876 juta setelah disekap di dalam kamar mandi dalam keadaan gelap gulita selama 20 hari. Dilansir dari The Guardian pada Jumat (11/1), taruhan tersebut bermula ketika dia sedang duduk di sebuah meja poker di Bellagio, Las Vegas, pada 10 September 2017.

Sesama rekan atlet profesional, Rory Young, bertanya tentang bayaran yang pantas untuk menantang Alati diisolasi total tanpa cahaya untuk 30 hari. Setelah kurang lebih sejam berdiskusi, akhirnya disepakati harga taruhan untuk tantangan tersebut sebesar US$100 ribu atau berkisar Rp1,4 miliar.


Young berjanji memberikan uang tersebut jika Alati mampu bertahan selama 30 hari dalam sebuah kamar mandi kedap suara dan tanpa lampu. Untuk bertahan hidup, Alati akan dikirimkan makanan dari sebuah restoran lokal. Akan tetapi, makanan tersebut didatangkan dengan waktu yang tidak tentu agar Alati tidak bisa menebak pagi, siang, sore, atau malam.

Tidak ada TV, radio, ponsel, atau akses ke dunia luar. Namun, Alati diperkanankan mendapat sejumlah kenyamanan dari sebuah karpet yoga, karet gelang, bola pijat, dan fasilitas di kamar mandi itu sendiri. Jika gagal dalam tantangan itu, Ali yang akan membayar Young sebesar US$100 ribu.

Ilustrasi kamar mandi. (Ilustrasi kamar mandi. (Foto: Dok. KOHLER)
Young yakin Alati tidak akan bertahan dalam 30 hari.

"Itu terlalu kejam bagi pikiran manusia untuk melakukan itu," tutur Young.

Pemain poker dikenal terbiasa untuk mempertaruhkan apapun. Namun, aksi yang dilakukan Alati dinilai berlebihan oleh sejumlah pihak.

"Saya tidak akan melakukan taruhan semacam ini untuk sejumlah uang sebesar apapun," ucap rekan Alati yang lain di poker profesional, Danielle Moon Anderson.

Sebelum taruhan dimulai, Young juga berkonsultasi dengan seorang psikolog bernama Dokter Michael Munro.

"Bahkan jika dia berhasil bertahan 30 hari, itu akan sangat membebani kesehatan mental dia dalam jangka pendek dan berpotensi jangka panjang," ujar Munro.

Meski begitu, Alati tetap percaya diri. Dia kemudian berlatih meditasi dan yoga. Pada 21 November, keluarga dan teman Alati berkumpul di rumah yang menjadi tempat taruhan. Demikian pula pengacara Alati dan Young, serta juru rekam dari sebuah perusahaan produksi yang tertarik untuk membeli hak siar televisi terhadap cerita itu. Segala proses dari taruhan terrsebut direkam. Ayah Alati diperkenankan untuk menarik Alati kapanpun jika sang anak tidak mampu bertahan.

Pukul 20.05 waktu setempat, Alati masuk ke kamar mandi dan kegelapan mulai terasa. Dia berdiri sesaat, diam membeku, lalu berbaring dan tertidur.

Kaca kamar mandi ditutup untuk mencegah refleksi dari benda apapun, pintu tidak dikunci namun semua sumber cahaya dari ruangan tersebut disegel.

Beruntung Alati sempat memeriksa kamar mandi tersebut sebelum taruhan dimulai. Sehingga ketika dia banggun dari tidur, ia bisa membayangkan sekitarnya. "Memori saya cukup baik," katanya.

Alati berkata pada diri dia sendiri bahwa dia harus melakukan kegiatan yang biasa ia lakukan setelah bangun tidur, dan aktivitas lainnya. Dia menggosok gigi, mengisi bak mandi untuk berendam dengan air, garam Epsom dan minyak lavender agar pikirannya tenang. Setelah mandi, berpakaian, dan makan, Alati melakukan yoga dan meditasi.

"Saya ingat semuanya benda sesuai letaknya," pungkas Alati.

Itulah rencana Alati. Dia berusaha membangun kehidupan normal di kamar mandi seolah-olah dia akan hidup di sana selama-lamanya. Tak disangka, tiga hari berlalu tanpa kendala.

Sementara itu, Young memantau dari luar. "Lama-lama membosankan menyaksikan Alati di sana, karena ia seperti biasa-biasa saja," ucapnya.

Halusinasi

Lewat tiga atau mungkin empat hari setelah penyekapan, Alati mulai berhalusinasi. Dalam kegelapan, ia melihat warna putih dan gelembung yang berterbangan di ruangan tanpa cahaya tersebut. Untuk menenangkan diri, Alati membayangkan dia sedang di sebuah awan ajaib, nyaman, dan menenangkan.

"Atau membayangkan hal lain. Anda mungkin akan sedikit takut [disekap di kamar mandi gelap," kata Alati.

Selain halusinasi, rintangan terbesar adalah mental. Alati mulai berpikiran negatif.

"Itu [pikiran negatif] terjadi begitu cepat. Dari awalnya berpikiran positif, menjadi: 'Bagaimana jika begini? Bagaimana jika begitu?'" ujarnya.

Pikiran negatif kemudian berubah menjadi rasa putus asa. Alati lalu yoga untuk memfokuskan kembali pikirannya.

"Segala pemikiran itu berasal dari diri Anda. Jika Anda tidak memastikan pikiran Anda berada di arah yang tepat, Anda bisa dibawa pikiran Anda sendiri ke sebuah tempat [halusinasi] yang buruk," tuturnya.

Negosiasi

Sepuluh hari berlalu, Young mulai khawatir bahwa Alati bisa menang taruhan. Hal ini lantaran Young melihat Alati berada dalam kondisi yang baik-baik saja. Young khawatir salah perhitungan dalam bertaruh. Terlebih ia sebetulnya tidak terlalu kenal dekat Alati.

"Kepribadiannya [sehari-hari] tidak merefleksikan seseorang yang mahir bermeditasi," kata dia.

Pada hari ke-15, Young memanggil Alati lewat pengeras suara. Alati kaget sekaligus senang mendengar suara 'orang luar'. Young kemudian memberitahu Alati sudah menjalani masa taruhan selama kurang lebih dua pekan, dan menawarkan untuk menyelesaikan taruhan dengan bayaran $50 ribu atau sekitar Rp702 juta.

Alati menertawakan penawaran Young. "Yang benar saja. Saya baru saja duduk di sini selama dua pekan dan kamu ingin menawarkan setengah dari jumlah awal?" jawab Alati ketika itu.

Young mengakui negosiasi yang ia lakukan cukup agresif. Setelah menunggu beberapa hari, ia kembali dan memberikan penawaran berbeda kepada Alati. "Entahlah, penawaranmu sampah," tolak Alati.

Alati kembali menunggu selama beberapa hari sampai suara Young kembali muncul. Alati lalu membuka penawaran $75 ribu untuk keluar dari ruang taruhan sebelum waktunya. Young sempat menawar jadi $40 ribu, namun akhirnya mereka sepakat di $62.400. Total Alati berdiam diri dalam keheningan dan kegelapan selama 20 hari.

Young menyadari ada beberapa kesalahan yang ia buat dalam taruhan tersebut. "Jika Anda tahanan isolasi, situasinya menakutkan. Anda tidak tahu kapan akan keluar. Di taruhan ini, dia [Alati] tahu akan mendapat $100 ribu [bila berhasil]," ucap dia.

Senada, Alatri pun setuju dengan pernyataan Young. "Tahanan pengasingan tidak mendapat bak mandi untuk berendam, makanan, dan karpet yoga. Tidak ada barang-barang itu. Jadi jika saya tidak difasilitasi, tidak tahu akan bebas, dan tidak dibayar, itu baru sebuah hukuman," ujar Alati. (map/nva)


ARTIKEL TERKAIT