Redding yang pensiun dari MotoGP pada akhir musim 2018 mengatakan bukan hanya kecakapan, tapi keberanian pebalap yang saat ini tak kalah menentukan.
"Mereka [para pebalap] ingin sukses, namun ketika itu sudah masuk dalam duel dan Anda harus membalap menembus tembok [nekat], tak banyak pebalap yang mau menembus tembok."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan pebalap MotoGP Scott Redding saat masih di timPramac. (Foto: CNN Indonesia/Putra Permata Tegar Idaman) |
Selain itu, Redding menyoroti faktor lain yang juga amat menentukan Marquez maupun Rossi bisa menjadi juara MotoGP dalam kariernya. Salah satunya karena mereka tengah atau berada di tim yang tepat.
"Lihat saja Valentino [Rossi]. Ceritanya sama, dia selalu pernah berada di tempat yang tepat. Dia pernah ke Ducati, kemudian mengalami kesulitan dan berhenti."
Mantan pebalap MotoGP Scott Redding saat masih di timPramac. (Foto: CNN Indonesia/Putra Permata Tegar Idaman)