Sebelumnya, polisi mengungkapkan Iwan berpotensi menjadi tersangka dalam kasus dugaan suap penunjukan tuan rumah babak delapan besar Piala Soeratin 2009. Kala itu, Iwan yang menjabat sebagai Ketua Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) disebut meminta uang sebesar Rp140 juta kepada manajer Perseba Super Bangkalan Imron Abdul Fattah agar ditunjuk menjadi tuan rumah babak 8 besar Piala Soeratin 2009.
Menanggapi hal tersebut, Iwan berkomentar singkat dan siap mengikuti proses hukum yang ada.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Kevin/Marcus Juara Malaysia Masters 2019 |
Untuk menyelesaikan persoalan pengaturan skor di Indonesia, PSSI juga membentuk Komite Ad Hoc Integrity. Pembentukan komite tersebut disahkan dalam kongres tahunan PSSI.
Satgas Anti Mafia Bola sempat klaim Iwan Budianto [batik] berpotensi jadi tersangka pengaturan skor di sepak bola Indonesia. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan) |
Menurut Iwan Budianto anggota Komited Ad Hoc Integrity bisa diisi tiga hingga lima orang. Dalam dua pekan ke depan komite ini diharapkan bisa mengusulkan nama-nama calon anggota kepada Komite Eksekutif (Exco) PSSI.
"Exco mungkin nanti akan melakukan semacam fit and proper test begitu, lalu nanti diputuskan [anggota Komite Exco]," ucap Iwan.
"Ya mau tidak mau harus siap [PSSI tidak lagi dipimpin Edy], sementara kami tahu tantangan mendatang berat. Harus sinergi dengan banyak pihak terkait isu-isu yang berkembang belakangan ini, dan itu pasti hal yang tidak mudah dan menyita waktu. Tapi ya apa boleh buat, ini amanah," ujar Iwan. (map/bac)
Satgas Anti Mafia Bola sempat klaim Iwan Budianto [batik] berpotensi jadi tersangka pengaturan skor di sepak bola Indonesia. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)