Yondika juga awalnya ke Bali untuk beremu mantan Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi yang baru saja mundur. Hal itu ia lakukan demi kemajuan sepak bola Indonesia.
"Naik motor [ke Bali]. Berangkat Sabtu malam, sampai pagi. Perjalanan kurang lebih 10 jam dari pukul 20.00 WIB, sampai Bali pukul 05.00," kata Yondika kepada CNNIndonesia.com di depan gerbang Hotel Sofitel, tempat diselenggarakannya kongres tahunan PSSI, pada Minggu (20/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Demo suporter klub sepak bola pada acara Kongres PSSI di Bali. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama) |
Lihat juga:Kevin/Marcus Juara Malaysia Masters 2019 |
Sepak bola yang bersih. Hanya itu tujuan Yondika datang jauh-jauh ke Bali.
"Keinginan saya seperti tema demo kami, berantas mafia PSSI dan mafia bola. Saya harap Pak Krishna Mukti [Wakil Kepala Satuan Tugas Anti-Mafia Bola] menangkap mafia yang masih berkedudukan di PSSI," ucap Yondika.
Direktur Intel dan Keamanan Polda Bali Kombes Pol Wahyu Suyitno menjelaskan pihak keamanan melarang suporter bertemu perwakilan PSSI lantaran berpotensi mengganggu tamu hotel yang lain.
"Mereka akan membuat surat, nanti besok saya antar ke perwakilan PSSI yang ada di sini. Kami arahkan suporter untuk pulang, dari pada lapar dan kepanasan di sini. Jumlah suporter kalau sesuai izin 100 sampai 150 orang, tapi kelihatannya tadi tidak sebanyak itu," tutur dia.
Edy Rahmayadi menyerahkan sepenuhnya tampik pimpinan PSSI kepada Joko Driyono. (Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana) |
Sementara itu Dirigen Brigaz Bali Eko Pribadi pun kecewa tidak bisa bertemu Edy. "Tuntutan kami sekarang hanya disampaikan lewat sebatas media. Kami inginnya bertemu langsung," tuturnya.
"Untuk sementara lewat surat cukup, kemungkinan kami akan kawal terus sampai KLB [Kongres Luar Biasa] mendatang," sambung Eko.
"Karena sekarang mbahnya Bakpia sudah jadi raja. Telah terjadi kudeta tak berdarah. Kucing saya saja tahu siapa mbahnya bakpia. Mbah, yang kamu lakukan itu jahat, nakut-nakutin voters seolah-olah kalau bukan kamu jadi raja kucing, kucing votersnya akan dikandangin semua karena semuanya pernah makan ikan asing. Padahal kamu biang makelar ikan asin. Kamu yang bagi-bagi ikan asinnya," demikian tulis Krishna Murti di Instagramnya.
[Gambas:Instagram]
(map/bac)
Demo suporter klub sepak bola pada acara Kongres PSSI di Bali. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)
Edy Rahmayadi menyerahkan sepenuhnya tampik pimpinan PSSI kepada Joko Driyono. (Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)