Saat ini, sambil menanti persidangan Komisi Atletik Nevada (CAS) terkait kericuhan setelah laga UFC 229 melawan Conor McGregor pada 29 Januari nanti, Khabib digadang-gadang akan bertemu dengan beberapa petarung seperti Dustin Poirier, Tony Ferguson, termasuk rematch menghadapi McGregor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk saat ini, jika Anda bertanya kepada saya, tentu Conor tidak pantas bertarung ulang karena dia sudah kalah, dia menyerah. Saya mendominasi di segala aspek. Saya menghantamnya. Buat apa kami bertarung ulang?"
Khabib Nurmagomedov masih menanti putusan CAS terkait insiden setelah laga UFC 229. (Ethan Miller/Getty Images/AFP) |
Mengenai Mayweather Jr, Khabib pun mengaku pertarungan dengan petinju tak terkalahkan tersebut cukup berpotensi.
"Dia sudah tua sekarang. Jika Anda berbicara apakah saya kan bertarung dengan petarung-petarung muda di dunia tinju, tentu itu akan menyulitkan saya. Seperti ketika Anda menyebut Canelo [Alvarez] atau [Gennady] Golovkin, mereka sangat berbahaya. Tapi Mayweather kini sudah tua, sekitar 41 atau 42 tahun. Tapi dia memiliki nama besar," papar petarung yang selalu menang dalam 27 laga.
"Orang-orang tidak memahami usia ketika dalam berada dalam kompetisi. Mereka tidak tahu apa yang terjadi di dalamnya. Kami dapat mengambil apa yang mereka inginkan. Anda tahu Rekor 50 kali menang tanpa kalah, kami akan menghadapinya karena dia terlalu tua, terlalu kecl dan itu akan menjadi pilihan cerdas untuk masa depan, uang, dan fan," sambungnya.
"Saya tidak tahu sekarang. Mengapa tidak St Pierre, [Tony] Ferguson dan Mayweather, itu adalah tiga orang terbaik dan saya dapat pensiun dan menjadi atlet terbaik sepanjang masa," pungkas Khabib. (nva/nva)
Khabib Nurmagomedov masih menanti putusan CAS terkait insiden setelah laga UFC 229. (Ethan Miller/Getty Images/AFP)