Kali ini Vigit mengakui transaksi antara klubnya, PS Mojokerto Putra (MP) dengan oknum Komisi Wasit PSSI, agar bisa mengendalikan wasit yang memimpin dalam tiap pertandingan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, Vigit juga membeberkan ikut menyetor sejumlah uang ke Komisi Wasit. Ini dilakukan agar klubnya tidak dirugikan oleh oknum wasit.
Dalam praktik itu, Vigit pun mengaku dirinya berhubungan dengan oknum anggota Komisi Wasit yang bernama Nasrul Koto.
Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono juga dipanggil polisi. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama) |
"Kami awalnya bertemu dengan Mbah Putih. Dia memberi saran kepada saya untuk bertemu Mas Nasrul Koto," kata Vigit.
Setelah pertemuannya dengan Nasrul itu, Vigit pun menceritakan kendala timnya yang seringkali dirugikan oleh oknum wasit. Vigit pun diminta menyetor sejumlah uang.
"Setelah itu saya bertemu beliau, dan menanyakan tentang kenapa tim kami seperti ini," kata dia.
Usai pertemuan itu, Vigit mengaku dalam tiap pertandingan tim yang dikelolanya pun benar-benar aman. Tidak ada ulah jahil wasit terhadap PSMP.
Kendati demikian, Vigit mengaku sejumlah uang yang dibayarkannya kepada oknum wasit dan komisi wasit tersebut bukanlah transaksi praktik pengaturan skor. Namun, ia tak memungkiri tujuan utama agar wasit lebih berpihak pada klubnya. (frd/jun/sry)
Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono juga dipanggil polisi. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)