Matsutomo mengaku pertama kali melihat pertandingan Liliyana di televisi. Sejak saat itu, rasa kagum kepada sosok pebulutangkis yang pernah meraih hattrick gelar All England itu terus tumbuh kian besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Matsutomo, Ayaka Takahasi juga mengaku terpesona dengan sosok Liliyana yang akrab disapa Butet itu. Takahashi yang kini berusia 28 tahun itu takjub dengan kemampuan yang dimiliki Liliyana saat bermain bulutangkis.
Liliyana Natsir jadi inspirasi banyak pebulutangkis. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Hal paling berkesan dari Liliyana buat Takahashi yakni ketika Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, Brasil. Kala itu, Tontowi Ahmad/Liliyana meraih medali emas tepat di hadapan Takahashi. Pebulutangkis kelahiran Kashihara tersebut pun bertekad mendapatkan prestasi serupa.
Takahashi meraih emas Olimpiade 2016 usai mengalahkan pasangan Denmark Christina Pedersen/Kamilla Rytter Juhl di babak final.
"Memang tidak bisa dibandingkan sih, tapi bisa sama-sama mendapatkan medali emas di event yang sama merupakan suatu kebanggan tersendiri buat saya," ungkapnya bangga.
Lihat juga:Merelakan Liliyana Natsir Pergi |
"Karena saya bermain di ganda putri, dan dia ganda campuran, jadi tidak ada kesempatan untuk bisa bertanding melawan Liliyana. Tetapi saya senang bisa melawan Liliyana di ganda campuran walaupun hasilnya kalah," ujar Takahashi sambil tertawa. (ttf/bac)
Liliyana Natsir jadi inspirasi banyak pebulutangkis. (CNN Indonesia/Andry Novelino)