Ketua Komite Ad Hoc Integritas diisi Ahmad Riyadh yang juga Ketua Asprov PSSI Jawa Timur dan mantan Sekjen PSSI, Azwan Karim, didapuk sebagai wakilnya.
Sedangkan anggota yang ditunjuk yakni Abdul Rahmad Budiono (Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang), Brigjen Polisi Hilman SIK dan Daru Trisadono (Kejagung).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari nama yang ada, sebagian ada yang administrasi dengan instansinya masih dalam tahap surat menyurat," ucap Riyadh pada konferensi pers di Kantor PSSI FX Sudirman, Jumat (1/2).
Kantor PSSI saat digeledah Satgas Anti Mafia Bola dari Polri. (Foto: Dok. Divisi Humas Polri) |
Riyadh yang pernah menjabat sebagai Komite Banding PSSI di tahun 2011 itu menyatakan jumlah lima orang yang terlibat di Komite Ad Hoc Integritas saat ini terbilang cukup. Ia bakal melihat perkembangan intensitas pekerjaan sebelum memutuskan untuk menambah dua personel lain.
Sebelum kompetisi dimulai, Tim Ad ahoc Integritas memiliki kesempatan untuk me-review hal-hal yang kurang tepat untuk disempurnakan, tata aturan, legal yang semuanya bertujuan supaya integritas PSSI terjaga.
Lihat juga:Polisi Segel Kantor Komdis PSSI |
Saat ini Satgas Anti Mafia Bola Polri juga terus mendalami empat kasus terkait pengaturan pertandingan sepak bola laporan dari masyarakat. Riyadh memastikan timnya akan menghormati proses hukum tersebut dan tidak akan melakukan intervensi.
"Yang ada sekarang kita hormati proses hukumnya. Tapi ini sepak bola, jadi nanti akan dilihat mana yang masuk yurisdiksi PSSI mana yang yurisdiksi kepolisian," ujarnya. (ttf/bac/jun)
Kantor PSSI saat digeledah Satgas Anti Mafia Bola dari Polri. (Foto: Dok. Divisi Humas Polri)