Ia menyebut bukan perkara mudah menjadi manajer Khabib yang sangat berprestasi di UFC sekaligus membuat banyak pihak iri.
Terlebih, petarungnya itu merupakan pria yang sangat memegang teguh prinsipnya dan tidak takut terhadap ancaman apapun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi Khabib Nurmagomedov memanjat keluar pagar oktagon usai mengalahkan Conor McGregor memicu kerusuhan di T-Mobile Arena. (Foto: Harry How/Getty Images/AFP) |
Ketika ditanya lebih lanjut oleh jurnalis ESPN, Ariel Helwani, soal jenis racun yang pernah nyaris membunuhnya, Ali enggan menjawab.
"Itu bukan soal, saya pernah diracuni. Bukan masalah. Seperti yang saya katakan jika Anda teman, saya akan lebih mencintai Anda. Tapu jika Anda bukan teman, jangan dekati saya," ucap Ali.
Ali juga menolak menceritakan detail soal percobaan pembunuhannya di New York. Yang jelas, ia bersama tim Khabib lainnya sudah lebih dari sekali berada di New York.
Manajer berkepala plontos tersebut juga pernah menemani Khabib kala petarungnya itu berhasil mengalahkan Al Iaquinta pada pertarungan UFC 223 April tahun lalu.
Ali juga pernah meminta ralat pemberitaan yang menyebut ia pernah diracuni sekitar dua tahun lalu. (bac/nva)
Aksi Khabib Nurmagomedov memanjat keluar pagar oktagon usai mengalahkan Conor McGregor memicu kerusuhan di T-Mobile Arena. (Foto: Harry How/Getty Images/AFP)