PSSI saat ini dipimpin Joko Driyono sebagai pelaksana tugas ketua umum, mengganti Edy yang masih menyisakan satu tahun masa kepemimpinan sebelum berakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenapa? Karena selama ini selalu saja berkutat masalah penjatuhan-penjatuhan, ada intrik. Oleh karena itu, coba normalkan masalah ini," katanya menambahkan.
Edy Rahmayadi menyerahkan tongkat kepemimpinan PSSI kepada Joko Driyono. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana) |
"Apalagi masalah sepak bola itu ada namanya yaitu statuta FIFA. Itu harus diikuti juga, tidak bisa seenaknya. Kalau sekarang KLB, nanti ada yang tercederai dan mencederai lagi," ucap dia.
"Jadi saya sarankan kongres reguler saja, supaya aman-aman semua ini. Tidak terlalu masalah besar ini. Tinggal selesaikan dengan baik, pikiran yang bagus, visi yang positif, profesional, jangan ada intrik-intrik dan pikiran kotor di dalam [PSSI]," ucapnya melanjutkan.
Syafrudin menegaskan PSSI harus diurus orang-orang yang berpikiran bersih agar pendukung sepak bola Indonesia yang selalu antusias bisa menyaksikan Timnas Indonesia bangkit.
Mengenai sosok Joko Driyono yang untuk sementara memimpin PSSI, Syafruddin enggan berkomentar banyak.
Lebih lanjut, Syafruddin menilai sepak bola Indonesia dipandang masyarakat cukup bagus sekarang. Selain itu, lanjutnya, sepak bola Indonesia juga sudah mulai diperhitungkan oleh negara-negara lain. Syafruddin juga yakin sebagian dari pengurus di tingkat pusat maupun klub, memiliki niatan memajukan sepak bola Indonesia. (map/nva/jun)
Edy Rahmayadi menyerahkan tongkat kepemimpinan PSSI kepada Joko Driyono. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)