Dalam laga uji tanding terakhir, Timnas Indonesia U-22 ditahan imbang Arema FC dengan skor 1-1 di Stadion Kanjuruhan pada Minggu (10/2). Uji coba tersebut sebagai persiapan Timnas Indonesia U-22 sebelum berlaga di Piala AFF U-22 yang akan dimulai pada 18 Februari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya lihat tim ini punya kerangka kuat dan solid, positif. Kalau bicara AFF harusnya bisa juara, saya pikir belum tentu lawan di sana menunjukkan seluruh kemampuan terbaik. Cukup optimistis, apalagi grup tidak terlalu berat," tambahnya.
Pemain Timnas Indonesia U-22 menjalani pemusatan latihan sejak Januari 2019. (ANTARA FOTO/Dede Rizky Permana) |
"Kemarin [uji coba lawan Arema] dua yang tidak kelihatan, playmaker dan striker. Untungnya ada Hanif yang bukan playmaker tapi sosoknya kuat untuk jadi jenderal," ucap dia.
"Ini [lini serang buruk] harus jadi pemikiran federasi. Bukan cuma jual kompetisi supaya menarik, tapi juga harus bisa menghasilkan pemain yang berkualitas untuk timnas," ucapnya melanjutkan.
"Osvaldo [Haay] tidak perlu dimainkan, biarkan untuk AFC saja dikeluarkan. Ada kepentingan besar untuk diperhitungkan, jangan segala sesuatu dihabiskan di satu event," ujarnya. (nva/jun)
Pemain Timnas Indonesia U-22 menjalani pemusatan latihan sejak Januari 2019. (ANTARA FOTO/Dede Rizky Permana)