Marinus yang mencetak tiga gol selama perhelatan Piala AFF U-22 2019 menjadi pencetak gol terbanyak bersama dengan dua pemain lain, yakni Saringkan Promsupa dari Thailand, dan Tran Danh Trung dari Vietnam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gol pertama Marinus dibukukan ketika menghadapi Malaysia. Gol yang dilesakkan dari jarak dekat setelah sempat diadang kiper Muhammad Haziq Nadzli membuat Indonesia memimpin 1-0 sebelum laga berakhir imbang 2-2.
Marinus Wanewar melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Kamboja. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana) |
Tampil mencuri perhatian, Marinus juga sempat mendapat sorotan setelah laga menghadapi Kamboja pada laga terakhir fase grup. Pemain yang pernah merumput di Persipura Jayapura itu sempat mendapat perlakuan rasial yang dilakukan suporter dan pemain Kamboja.
Marinus mengaku suporter dan pemain melakukan aksi tidak terpuji. Bahkan di akhir pertandingan, salah seorang pemain Kamboja menolak untuk berjabat tangan dengan Marinus. Pemain yang musim lalu membela Bhayangkara FC itu juga sempat memberikan jempol terbalik kepada pemain Kamboja usai pertandingan sambil tersenyum.
Selain itu, sempat muncul juga berita di media Vietnam yang menuding Marinus melakukan pencurian umur. Sebuah isu yang hanya dianggap sebagai bunga-bunga pertandingan bagi Indra Sjafri. (nva/bac)
Marinus Wanewar melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Kamboja. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)