Selain itu Supriono mengatakan gelar yang dipersembahkan Osvaldo Haay dan kawan-kawan sebagai acuan dan momentum yang bagus untuk menyongsong dua turnamen lain yang lebih penting ke depannya.
Saat ini PSSI tengah dibelit masalah pengaturan skor. Sejumlah pejabat PSSI sedang dan ada yang sudah menjalani pemeriksaan oleh Satgas Anti Mafia Sepak Bola.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Supriyono dalam sepak bola ada tiga aspek yang diperlukan untuk bisa memenangkan pertandingan. Ketiganya adalah pemahaman permainan, pemilihan pemain yang tepat, serta taktik bermain.
"Intinya ini modal awal pemain Timnas Indonesia U-22 untuk tetap berjalan tegak. Siapa pun lawannya sebenarnya tidak ada apa-apanya selama para pemain Timnas Indonesia tetap dalam kedisiplinan taktik," ujarnya.
Timnas Indonesia U-22 juara di tengah kondisi PSSI yang carut-marut. (Dok. PSSI) |
"Jangan sampai euforia. Karena ada dua event yang mereka harus lebih maksimalkan lagi dibanding Piala AFF. Karena ingat, beberapa negara tidak mengirimkan tim terbaiknya [di Piala AFF] seperti Vietnam dan Thailand," ucap Supriyono.
"Mereka [Vietnam dan Thailand] banyak punya pemain berbakat dan tujuannya Piala AFF hanya sebagai jam terbang sebelum nanti puncak terbaiknya di Piala Asia dan SEA Games. Karena levelnya mereka sudah tahu mana yang harus untuk jam terbang mana yang untuk prestasi," Supriyono menambahkan.
Supriyono juga yakin kehadiran Ezra Walian, Saddil Ramdani dan Egy Maulana Vikri untuk ajang berikutnya bisa membuat lebih banyak opsi untuk mempertajam lini depan Timnas Indonesia U-22.
[Gambas:Video CNN] (ttf/ptr)
Timnas Indonesia U-22 juara di tengah kondisi PSSI yang carut-marut. (Dok. PSSI)