Ranieri ditunjuk sebagai manajer Fulham untuk menggantikan Slavisa Jokanovic pada November 2018. Sebelumnya, dia pernah membawa Leicester City menjadi juara Liga Inggris 2015-2016.
The Tinkerman, julukan Ranieri, hanya memenangkan 3 laga dalam 16 pertandingan yang dia ikuti bersama Fulham. The COttagers kini berada 10 poin dari batas aman jerat degradasi dengan sisa 10 pertandingan.
Pada laga pekan ke-28 yang digelar Rabu (27/2) lalu, Fulham kalah 0-2 dari Southampton. Kekalahan ini menjadi penyebab Ranieri dipecat. Namun dia berterima kasih kepada klub, pemain, dan fans yang telah memberi dukungan kepadanya selama di klub.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Resmi: Eks Winger Liverpool Gabung Fulham |
"Saya jelas kecewa dengan hasil laga baru-baru ini. Kami tak bisa membangun awal yang baik sejak penunjukkan saya," kata pria berusia 67 tahun itu.
Pemilik klub Shahid Khan memutuskan untuk menunjuk Scott Parker sebagai perlatih interim, pengganti Ranieri.
Khan mengakui Ranieri mewarisi situasi yang sulit, saat mengambil alih Fulham di tengah liga yang hanya satu kemenangan.
"Dia memberikan dorongan langsung dengan memimpin klub kami ke sembilan poin dalam delapan pertandingan pertamanya sebagai manajer. Meskipun kami tidak dapat mempertahankan kecepatan setelahnya, saya bersyukur atas usahanya," kata Khan.
[Gambas:Video CNN] (pmg/pmg)