Hal itu diketahui dari informasi yang beredar di media sosial pada Minggu (3/3). Melalui akun twitter resmi mereka @baseballputri, Timnas Bisbol Putri Indonesia mengungkapkan keluh kesah mereka karena masalah pendanaan untuk tampil di turnamen internasional perdana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ilustrasi pertandingan Timnas Bisbol Putri Indonesia. (Dok.Timnas Bisbol Putri Indonesia) |
Keinginan untuk bermain di sebuah turnamen memang semakin kuat seiring besarnya dukungan dari negara-negara tersebut. Apalagi, ajang Youth Women's Baseball Championship 2019 bisa membuka pintu untuk mendapatkan kesempatan berjuang di SEA Games 2019, Asian Games 20202, hingga Olimpiade Tokyo 2020.
"Kami harap teman-teman bisa bantu kami untuk mencetak sejarah dan mengharumkan nama Indonesia. Dan juga bantu menunjukan bahwa kami para perempuan, bisa melakukan apapun yang kami impikan."
Timnas Bisbol Putri Indonesia juga merinci dana yang dibutuhkan untuk berkompetisi dalam turnamen di Negeri Kangguru tersebut. Dari informasi di media sosial, diketahui mereka memerlukan dana Rp982 juta.
"Anggota timnas ini merupakan 22 atlet bisbol putri usia 13-16 tahun terbaik yang sudah melalui seleksi dari berbagai daerah dari Banten hingga Papua. Kami sudah bekerja sangat keras untuk bisa mewujudkan tim ini. Kami sangat berharap bisa berangkat," demikian tulis di akun Twitter.
CNNIndonesia.com sudah mencoba menghubungi perwakilan Timnas Bisbol Putri Indonesia, Djulondin Jaing. Namun, ia belum bisa berkomentar lebih jauh dan baru bisa diwawancara pada pukul 09.00 WIB pagi ini hingga berita ini diturunkan.
[Gambas:Twitter] (jal/bac)
Ilustrasi pertandingan Timnas Bisbol Putri Indonesia. (Dok.Timnas Bisbol Putri Indonesia)