Dubes UEA Dukung Tim Olimpiade Spesial Indonesia

CNN Indonesia | Rabu, 06/03/2019 00:10 WIB
Dubes UEA Dukung Tim Olimpiade Spesial Indonesia Ketua Umum PPSOINA, Faisal Abdullah, memberi kenang-kenangan pada Duta Besar UEA, Mr. Abdulla Al Ghfeli. (SOIna/Wimbo Satwiko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia Mohammed Abdulla Al Ghfeli melakukan kunjungan ke pemusatan latihan tim Olimpiade Spesial Indonesia di Universitas Negeri Jakarta.

Al Ghfeli menengok persiapan kontingen Indonesia yang akan tampil dalam Olimpiade Spesial Musim Panas 2019 di Abu Dhabi, 14-21 Maret. UEA akan menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan Olimpiade ke-15 yang diperuntukkan bagi penyandang disabilitas.

"Saya sangat gembira melihat anak muda seperti kalian bersemangat untuk membela negara. Saya sangat bangga bisa melihat kalian tampil di Abu Dhabi dan berharap kalian bisa berprestasi di sana," katanya dalam sambutan singkat dikutip dari rilis resmi SOIna.


Kontingen Merah Putih akan tampil dalam 11 cabang olahraga seperti atletik, akuatik, bulutangkis, bocce, bola basket, boling, futsal, sepak bola, tenis meja, bola tangan, dan bola voli.

Akan ada 68 atlet yang mewakili Indonesia, terdiri dari 54 atlet dan 14 unified partner atau atlet non-disabilitas yang akan berpartisipasi di nomor kompetisi unified.

Wakil Ketua Bidang Teknis Delegasi Indonesia Mustara Musa mengatakan atlet-atlet dari 11 cabang olahraga merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan Special Olympics Indonesia (SOIna).

Dubes UEA Dukung Tim Olimpiade Spesial IndonesiaWakil Ketua Delegasi SOIna, Mustara Musa, memberi sambutan. (SOIna/Wimbo Satwiko)
"Selama ini, cabang olahraga itu yang dibina oleh SOIna, sementara untuk jumlah atlet kita mendapat kuota dari Special Olympics International. Mereka yang dipanggil ke Jakarta adalah atlet yang berhasil menjadi juara di Pornas 2018 di Riau. Setelah itu, mereka menjalani latihan desentralisasi di daerah masing-masing, dan kami panggil satu bulan menjelang keberangkatan ke Abu Dhabi," ujar Mustara.

"Kami melakukan latih tanding dengan beberapa tim mahasiswa dan tim lain yang kira-kira sepadan. Hasil terpenting adalah kami melihat mereka bisa berkompetisi," sambungnya.

Selain bertanding, para atlet juga akan berpartisipasi dalam pertemuan pemuda inklusi Special Olympics Internasional atau biasa disebut Global Youth Leadership Summit. SOIna mengirimkan 2 tim yang berasal dari DI Yogyakarta dan Kalimantan Selatan untuk mengikuti ajang tersebut. (nva/nva)


ARTIKEL TERKAIT