Fajar/Rian memulai laga dengan sangat baik. Lewat permainan menyerang dan cepat, Fajar/Rian memimpin 6-3 dan berlanjut menjadi 8-5. Aaron/Soh berhasil merebut tiga poin beruntun dan menyamakan skor menjadi 8-8.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Start Fajar/Rian di gim kedua juga terbilang bagus karena mereka unggul 3-1. Namun setelah itu sejumlah kesalahan membuat Fajar/Rian berbalik tertinggal 6-9. Dalam kondisi tertinggal, Fajar/Rian kembali menunjukkan skema serangan yang kuat dan berhasil menyamakan skor menjadi 9-9.
Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto gagal mewujudkan All Indonesian Final di All England 2019. (Foto: dok. PBSI) |
Sayangnya, Fajar/Rian gagal melanjutkan momentum baik yang sedang ada pada diri mereka. Fajar/Rian dua kali gagal mengembalikan shuttlecock sehingga laga harus berlanjut ke rubber game usai ganda Malaysia menang 22-20 di gim kedua.
Dua pukulan out yang dilakukan Fajar/Rian menempatkan ganda Malaysia memimpin 13-10. Serangan smes beruntun dari Soh mengantar ganda Malaysia tersebut unggul 15-12.
Serangan Aaron/Soh makin terlihat berbahaya seiring kepercayaan diri mereka yang bertambah dan mereka menjauh di angka 16-12. Fajar/Rian lalu memberikan respons dengan tepat. Serangan-serangan Fajar/Rian membuahkan empat poin beruntun dan skor sama kuat di angka 16-16.
Pukulan Soh yang membentur net menguntungkan Fajar/Rian. Sayangnya, servis Rian yang gagal membuat skor menjadi 17-17. Sebuah reli sengit terjadi dan berujung pada keberhasilan Aaron/Soh mendapatkan poin yang membuat mereka kembali unggul 18-17.
Fajar/Rian kembali membuat skor imbang menjadi 19-19. Tetapi kesalahan servis Rian membuat Aaron/Soh mendapat match point di angka 20-19. Kesalahpahaman Fajar/Rian di kesempatan selanjutnya membuat Aaron/Soh menutup pertandingan dengan skor 21-19. (ptr)
Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto gagal mewujudkan All Indonesian Final di All England 2019. (Foto: dok. PBSI)