Ibu kota Spanyol adalah tempat yang menghadirkan banyak cerita bagi salah satu legenda sepak bola asal Perancis itu. Enam gelar yang direngkuh ketika berkostum Los Blancos dan memutuskan gantung sepatu di klub raksasa adalah memori bagi Zidane yang ketika itu masih menjadi pemain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu musim 2016/2017 menjadi gengsi tersendiri karena beragam gelar yang diraih Madrid, termasuk merusak dominasi Barcelona di La Liga. Setelah kali terakhir menjadi juara pada musim 2011/2012, baru lima tahun kemudian Madrid menjadi raja di negara sendiri.
Zinedine Zidane (kiri) menjadi salah satu anggota Los Galacticos di Real Madrid pada awal 2000-an. (AFP PHOTO/ Javier SORIANO) |
Dibanding Lopetegui, sang penerus Santiago Solari memiliki catatan menang kalah yang lebih baik, hanya delapan kali kalah dari 32 pertandingan. Tetapi bersama sosok asal Argentina itu Madrid tertinggal dalam perburuan gelar La Liga dan terlempar dari persaingan gelar Copa del Rey serta Liga Champions. Kejuaraan yang disebut terakhir tentu menjadi 'dosa' tersendiri setelah era kegemilangan bersama Zidane.
Harapan kembali ke masa kejayaan bersama Zidane bisa menjadi salah satu alasan manajemen klub menarik kembali pria yang pernah mengenakan kostum bernomor punggung 5 di Madrid itu.
Zinedine Zidane meraih tiga gelar Liga Champions ketika menjadi pelatih di Real Madrid. (REUTERS/Stringer) |
Selain alasan prestasi, pengalaman Zidane menangani Madrid juga lebih kekinian. Mantan pemain yang pernah menjadi anggota Los Galacticos tentu sudah akrab dengan pemain-pemain yang menghuni skuat musim ini, bahkan termasuk anak-anak muda seperti Dani Ceballos, Sergio Reguillon dan Fede Valverde.
Yang berbeda dibanding masa kepelatihan Zidane sebelumnya adalah ketiadaan Cristiano Ronaldo, pilar yang dianggap menjadi kunci utama keberhasilan Madrid.
Menyisakan lebih kurang tiga bulan dan 11 laga La Liga akan menjadi pemanasan yang tepat bagi Zidane sebelum memasuki musim yang sesungguhnya pada paruh kedua 2019.
Zidane pernah sukses menuju podium bersama Madrid dalam dua kesempatan sebelumnya yang menghadirkan nostalgia indah. Namun kemungkinan sukses selalu disertai probabilitas kegagalan dalam sebuah langkah seperti Zidane yang tak pernah meraih gelar juara di ajang Copa del Rey.
Tonton juga video: Zidane Terima Risiko Latih Real Madrid yang Terpuruk
[Gambas:Video CNN]
(nva/sry)
Zinedine Zidane (kiri) menjadi salah satu anggota Los Galacticos di Real Madrid pada awal 2000-an. (AFP PHOTO/ Javier SORIANO)
Zinedine Zidane meraih tiga gelar Liga Champions ketika menjadi pelatih di Real Madrid. (REUTERS/Stringer)