Kepada NRK seperti dikutip dari 101 Great Goals, Solskjaer mengungkapkan ia selalu meminta klub-klub lain agar mengizinkannya hengkang jika Man United membutuhkannya.
Ya, dalam klausul tersebut klub harus bersedia menghentikan kerja sama dengan pemain asal Norwegia itu apabila Setan Merah membutuhkannya meski kontrak dengan klub belum selesai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ole Gunnar Solskjaer ungkap klausul uniknya di klub-klub sebelum di Manchester United. (Foto: REUTERS/Andrew Yates) |
"Silakan sebut saya naif, bodoh, ambisius, terserah cap saya apa saja. Namun ketika saya melatih tim cadangan, impian saya adalah menjadi manajer Manchester United," ujar Solskjaer dikutip dari 101 Great Goals.
Terlebih, para pemain pilar macam Paul Pogba amat menginginkannya bertahan menangani Setan Merah. Ia dianggap para pemainnya kembali menumbuhkan rasa percaya diri dan memberikan kebebasan penggawanya untuk bermain sesuai keinginan mereka.
"Saya tentu harus menjadi diri sendiri [dalam melatih]. Namun yang terjadi di Manchester United memiliki gaya permainan yang kebetulan cocok dengan saya," kata mantan gelandang Setan Merah itu.
Pria 46 tahun itu bahkan mampu membuat keajaiban lolos ke perempat final Liga Champions 2018/2019 setelah mengalahkan Paris Saint Germain 3-1 pada leg kedua babak 16 besar di Parc des Princes. Padahal, MU kalah 0-2 pada leg pertama di Stadion Old Trafford. (bac)
Ole Gunnar Solskjaer ungkap klausul uniknya di klub-klub sebelum di Manchester United. (Foto: REUTERS/Andrew Yates)