Skuat arahan Indra Sjafri sebenarnya telah berjuang sekuat tenaga untuk memenangi pertandingan. Namun, kelengahan di menit akhir berujung bencana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak dimungkiri jika tuan rumah Vietnam tampil lebih dominan dalam membangun serangan. Namun, Luthfi Kamal dan kawan-kawan mampu meladeni taktik lawan dengan permainan keras.
Timnas Indonesia U-23 kalah tipis dari Vietnam. (Dok. PSSI) |
Skuat Garuda Muda kerap terlambat melakukan tekel maupun intersep yang berujung pelanggaran. Sejumlah eksekusi tendangan bebas pun jadi ancaman serius ke gawang Indonesia.
Beruntung Satria Tama tampil cukup cekatan memblok beberapa tendangan bebas terukur para pemain Vietnam.
Terburu-buru
Indonesia sebenarnya memiliki sederet pemain sayap cepat dan punya teknik individu ciamik. Sebut saja Egy Maulana Vikri, Osvaldo Haay, dan Saddil Ramdani.
Situasi serangan balik di menit ke-27 misalnya. Egy yang masih memiliki ruang untuk mendekati kotak penalti malah tergesa-gesa memberikan umpan ke sayap sehingga arah bola tidak tepat sasaran.
Timnas Indonesia U-23 bukannya tanpa peluang. Tendangan kaki kiri Egy di menit ke-53 masih bisa diblok kiper Golden Star, Tien Dung.
Marinus juga memiliki kans untuk mencatat namanya di papan skor. Berhasil merebut bola dari kiper di kotak penalti, namun tendangannya juga masih bisa diblok.
Lengah di Menit Akhir
Sederet peluang tersebut jadi bukti perlawanan yang diberikan anak-anak Indonesia. Hanya saja, buruknya konsentrasi di menit akhir jadi petaka.
Skenario sepak pojok yang sederhana dari Vietnam --melepaskan umpan lambung ke depan gawang-- berhasil dituntaskan sempurna oleh Trieu Viet Hung.
Timnas Indonesia U-23 kalah lewat gol sundulan di menit-menit akhir. (Dok. PSSI) |
Secara keseluruhan Timnas Indonesia U-23 bermain lebih baik dalam pertahanan ketika melawan Vietnam daripada saat dilumat Thailand 0-4. Keputusan Indra memainkan Nurhidayat Haji Haris dan Bagas Adi untuk menggantikan Andy Setyo serta Rachmat Irianto cukup berhasil.
Pasukan Garuda Muda pun keluar lapangan dengan wajah tertunduk lesu. Tak hanya berakhir dramatis, kekalahan dari Vietnam membenamkan asa Timnas Indonesia U-23 untuk melaju ke putaran final Piala Asia U-23 tahun depan.
Saat ini puncak klasemen dikuasai Thailand yang memiliki produktivitas gol lebih banyak dari Vietnam. Kedua tim ini sama-sama memiliki enam poin hasil dari dua kali menang.
Namun, hasil negatif di Vietnam bukan segalanya. Indra Sjafri masih punya waktu panjang untuk membenahi tim besutannya sebelum mentas di SEA Games 2019 pada November mendatang.
Timnas Indonesia U-23 kalah tipis dari Vietnam. (Dok. PSSI)
Timnas Indonesia U-23 kalah lewat gol sundulan di menit-menit akhir. (Dok. PSSI)