Pada ajang itu Timnas Indonesia U-23 gagal memenuhi target PSSI untuk lolos ke putaran final Piala Asia U-23 di Thailand tahun depan. Egy Maulana Vikri dan kawan-kawan menelan dua kekalahan dari Thailand (0-4) serta Vietnam (0-1) dengan menempati peringkat ketiga klasemen sementara Grup K tanpa meraih poin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Syarif Alwi sempat bekerja sama dengan Fakhri Husaini di Timnas Indonesia U-16. (Dok. PSSI) |
Salah satu kualitas stafnya yang disorot Indra Sjafri adalah keberadaan Dokter Tim Syarif Alwi. Bagi mantan pelatih Bali United itu, kemampuan dokter yang akrab disapa Papi itu dalam menangani pemain tidak perlu diragukan lagi.
"Dokter [Syarif] apalagi. Saya cuma bilang sakit tertentu, lalu dia hanya pegang-pegang, rasanya tanpa lihat-lihat. Setelah itu dokter langsung katakan makan ini, sehat langsung pemainnya. Saking ahlinya dia," tutur Indra.
Kualitas dokter Syarif itu pun dicontoh Indra saat melakoni Kualifikasi Piala Asia U-23 yang masih berlangsung di Vietnam.
"Pernah Marinus mukanya terlihat tebal karena makan udang. Dokter bilang, Marinus makan ini, sehat langsung Marinus," ucap Indra.
Fisioterapis Timnas Indonesia U-23, Asep Azis, menjelaskan komunikasi Indra dengan stafnya tidak saja berjalan serius, tetapi juga humanis.
"Tetapi kami tidak 100 persen terlalu formal. Ada waktu bercanda juga. Terkadang Coach Indra mengajak makan di luar," kata pria 31 tahun tersebut. (nva/sry/har)
Syarif Alwi sempat bekerja sama dengan Fakhri Husaini di Timnas Indonesia U-16. (Dok. PSSI)