ANALISIS

Deret 'PR' Timnas Indonesia Usai Debut 'Lumayan' McMenemy

Jun Mahares, CNN Indonesia | Selasa, 26/03/2019 07:17 WIB
Deret 'PR' Timnas Indonesia Usai Debut 'Lumayan' McMenemy Stefano Lilipaly membuang sejumlah peluang emas saat Timnas Indonesia mengalahkan Myanmar. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Timnas Indonesia berhasil menang 2-0 atas Myanmar pada FIFA Match Day di Stadion Mandalar Thiri, Senin (25/3). Namun, tim Garuda masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah yang harus diperbaiki usai debut Simon McMenemy.

Dua gol Tim Merah Putih masing-masing dicetak oleh Greg Nwokolo (41') dan Ilija Spasojevic (85'). Keduanya merupakan pemain naturalisasi yang telah lama berkarier di Liga Indonesia.

Aksi Greg Nwokolo saat mencetak gol pembuka Timnas Indonesia terbilang oke. Gol ini tercipta lewat kerja sama apik dan diakhiri dengan penyelesaian akhir brilian.


Kerja sama Riko Simanjuntak dan Stefano Lilipaly di lini depan disempurnakan Greg Nwokolo. Greg yang menerima umpan tumit dari Stefano Lilipaly lebih dulu mengecoh kiper Kyaw Zin Phyo sebelum melepaskan tembakan mendatar ke arah kiri gawang.

Sementara gol kedua Timnas Indonesia tercipta berkat eksekusi penalti Ilija Spasojevic. Wasit menunjuk titik putih setelah Novri Setiawan dilanggar di kotak penalti.

Riko Simanjuntak menjadi salah satu pemain yang tampil impresif.Riko Simanjuntak menjadi salah satu pemain yang tampil impresif. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Secara keseluruhan eksperimen yang dilakukan pelatih Simon McMenemy terbilang sukses. Organisasi permainan skuat Garuda dengan menggunakan skema 3-4-3 sebagai pakem berjalan cukup baik.

Peluang Emas Terbuang

Penampilan Timnas Indonesia bukan berarti tanpa celah. Penyelesaian akhir lini depan Indonesia masih kurang jeli. Tercatat ada lima peluang emas yang gagal dikonversi menjadi gol.

Lilipaly misalnya. Gelandang serang Bali United ini sedikitnya membuang dua kesempatan bagus untuk mencetak gol termasuk keputusannya melepaskan tembakan lob di pengujung babak pertama.

Deret 'PR' Timnas Indonesia Usai Debut Lumayan McMenemy
Berawal dari umpan terobosan dari Riko Simanjuntak, Lilipaly yang sudah berhadapan dengan kiper memilih untuk melepaskan tendangan cungkil. Upaya tersebut masih mampu dibaca Zin Phyo.

Sebelumnya Riko Simanjuntak juga melakukan kesalahan yang hampir mirip. Namun, tembakan lobnya sukses memperdaya kiper. Hanya saja bola masih melenceng tipis ke tiang jauh.

Di babak kedua, penyelesaian akhir yang buruk juga dilakukan Novri Setiawan. Setelah berhasil merangsek ke kotak penalti, Winger Persija itu memaksakan menembak bola dalam posisi kurang ideal.

Novri yang hampir kehilangan keseimbangan tetap memaksakan menendang bola dengan ujung kaki yang mudah dibaca kiper Myanmar. Spasojevic yang sudah menunggu di sisi kanan terlihat kecewa berat.

M Rachmat juga sebenarnya bisa mengukir namanya di papan skor jika lebih tenang menuntaskan peluang dalam situasi satu lawan satu dengan kiper Myanmar. Alih-alih mengecoh Zin Phyo, gocekannya malah membuat bola mengalir kencang hampir melewati garis gawang.

Penyerang PSM Makassar itu kemudian mengirimkan umpan pendek kepada Novri Setiawan yang berbuah penalti. Sang algojo, Spasojevic, berhasil menunaikan tugasnya untuk membawa Timnas Indonesia unggul 2-0.

Evaluasi Penyelesaian Akhir

Simon McMenemy pun tak membantah bahwa penyelesaian akhir menjadi salah satu bahan evaluasi di kemudian hari.

"Babak pertama berjalan sangat baik karena kami mendominasi pertandingan dan menciptakan banyak peluang. Seharusnya kami bisa unggul tiga gol pada babak pertama," ujar McMenemy.

Simon McMenemy meraih debut manis bersama Timnas Indonesia.Simon McMenemy meraih debut manis bersama Timnas Indonesia. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
"Penyelesaian akhir masih harus diperbaiki, tapi pemain sudah paham bentuk permainan dan yang harus dilakukan di lapangan. Ini sangat bagus," sambungnya.

Meski demikian kemenangan atas Myanmar jadi debut yang lumayan manis McMenemy di laga internasional bersama Timnas Indonesia. Namun ia perlu mengingat bahwa lawan yang dihadapi, Myanmar, memang di atas kertas masih berada di bawah level Evan Dimas dan kawan-kawan.

Pelatih asal Skotlandia itu masih punya waktu untuk menggodok skuat Merah Putih sebelum bertarung di Kualifikasi Piala Asia 2023. Putaran pertama babak kualifikasi bakal digelar mulai 6 Juni, sementara babak kedua dihelat pada 5 September. (har)