Sebelum dikenal sebagai Manajer Persik Kediri yang melambungkan namanya di jagad sepak bola Tanah Air, Iwan Budianto merupakan Aremania. Ia lahir di Malang dan cinta dengan Arema Malang.
Bahkan pada akhir era 1990-an, Iwan sempat menjabat posisi sebagai Manajer Arema Malang. Banyak pihak menilai Iwan cukup sukses dengan Singo Edan ketika itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Exco: Iwan Budianto Jadi Plt Ketua Umum PSSI |
Keberuntungan menyertai Iwan Budianto saat di Persik. Pada Divisi I musim 2002, Persik menjadi juara di tangan Iwan. Di musim berikutnya (2003) klub berjuluk Macan Putih itu membuat kejutan dengan juara kompetisi Divisi Utama.
Iwan Budianto pernah berjaya bersama Persik. (Rudi Mulya) |
Kesuksesan Iwan Budianto bersama Persik Kediri tidak lepas dari peran penggunaan dana APBD yang tengah gencar-gencarnya dilakukan semua klub. Satu tahun usai bawa Persik juara Liga Indonesia, Iwan Budianto menempati posisi sebagai anggtoa Komite Eksekutif (Exco) PSSI.
Suami Ni Putu Evy Shintadewi ini juga tercatat pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Status dan Alih Status Pemain PSSI serta Ketua Badan Liga Amatir PSSI.
Gagal di politik Kota Kediri, Iwan Budianto hijrah ke Persisam Samarinda setelah sebelumnya bertemu Aidil Fitri. Di Persisam, Iwan kembali mempersembahkan gelar juara Divisi Utama 2009.
Iwan Budianto gantikan posisi Joko Driyono yang ditahan polisi. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso) |
Iwan juga tercatat pernah menjadi asisten Manajer Andi Darusalam Tabusala di Timnas Indonesia di Piala AFF 2010. Jabatan Manajer Timnas Indonesia diemban Iwan pada 2016 di Piala AFF.
Akan tetapi, setelah Joko Driyono yang menjadi pengganti Edy Rahmayadi menjadi tersangka dan ditahan, Iwan Budianto kini memegang posisi sebagai Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI. (sry)
Iwan Budianto pernah berjaya bersama Persik. (Rudi Mulya)
Iwan Budianto gantikan posisi Joko Driyono yang ditahan polisi. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)