ANALISIS

Mental Baja Pertanda Liverpool Juara Liga Inggris

Juprianto Alexander, CNN Indonesia | Sabtu, 06/04/2019 14:19 WIB
Mental Baja Pertanda Liverpool Juara Liga Inggris Liverpool mengalahkan Southampton 3-1 di Stadion St. Mary. (Action Images via Reuters/Andrew Couldridge)
Jakarta, CNN Indonesia -- Liverpool menunjukkan mental baja mereka saat mengalahkan Southampton 3-1 di Stadion St. Mary, Jumat (5/4) waktu setempat. Apakah ini pertanda Liverpool mengangkat trofi Liga Inggris di akhir musim?

Liverpool menghadapi laga kontra Southampton dengan beban. Mohamed Salah dan kawan-kawan wajib meraih tiga poin untuk kembali ke puncak klasemen.

The Reds sempat memimpin klasemen usai mengalahkan Tottenham Hotspur 2-1 di Anfield, akhir pekan lalu. Di laga tersebut, skuat asuhan Jurgen Klopp gagal main cantik dan baru bisa memastikan kemenangan berkat gol bunuh diri bek The Lilywhites, Toby Alderweireld.


Namun, posisi puncak yang ditempati Liverpool hanya bertahan tiga hari. Sang pesaing, Manchester City, menggeser Liverpool setelah menang 2-0 lewat penampilan dominan di Stadion Etihad, Rabu (3/4).

Balikkan Keadaan di St Mary, Sinyal Juara Liverpool?Mohamed Salah mencetak satu gol saat Liverpool mengalahkan Southampton. (Reuters/Andrew Couldridge)
Butuh kemenangan untuk kembali ke puncak klasemen, Liverpool malah bermain hati-hati di markas Southampton. Di awal pertandingan, lini belakang yang dikomandoi Virgil van Dijk tampak kikuk menghalau serangan-serangan yang dibangun tuan rumah.

Southampton pun hanya butuh sembilan menit untuk membobol gawang Alisson Becker. Kegugupan di lini belakang tim tamu berhasil dimanfaatkan dengan sempurna oleh Southampton.

Balikkan Keadaan di St Mary, Sinyal Juara Liverpool?Liverpool kembali ke puncak klasemen usai mengalahkan Southampton. (Action Images via Reuters/Andrew Couldridge)
Ryan Bertrand memberikan umpan dari sisi kanan pertahanan Liverpool yang berhasil disundul Pierre-Emile Hojbjerg. Bola hasil sundulan Hojbjerg mengarah tepat ke arah Shane Long yang luput dari kawalan Virgil van Dijk. Long pun tanpa kesulitan berarti menaklukkan Alisson.

Performa Liverpool tak kunjung membaik usai kebobolan. Beruntung di saat sulit, tim kota pelabuhan bisa menyamakan skor menjadi 1-1 lewat gol Naby Keita pada menit ke-36.

Situasi pertandingan tidak banyak mengalami perubahan di babak kedua. Melihat anak asuhnya kesulitan membongkar pertahanan Southampton, Klopp melakukan dua pergantian pemain sekaligus.

James Milner masuk menggantikan Georginio Wijnaldum dan Trent Alexander-Arnold digantikan Jordan Henderson. Pergantian ini membuat permainan Liverpool lebih bergairah dan ofensif.

Milner bermain tanpa kompromi sebagai bek kanan, sementara Henderson tampil prima di lini tengah. Nama terakhir menjadi aktor sebelum terjadinya gol solo run Mohamed Salah pada menit ke-80.

Gol Salah ke gawang Southampton turut mengakhiri paceklik gol dalam delapan laga terakhir. Tambahan satu gol itu membuat winger asal Mesir berhasil mencetak 50 gol untuk Liverpool.

Balikkan Keadaan di St Mary, Sinyal Juara Liverpool?
Henderson kemudian ikut menempatkan namanya di papan skor. Hendo dengan jitu membaca umpan terukur Roberto Firmino dari sisi kiri pertahanan Southampton.

Para pemain Liverpool merayakan gol itu dengan sukacita. Gol Hendo sekaligus mengakhiri perlawanan Southampton yang tampil solid menggunakan formasi 3-4-2-1.

Kemenangan ini merupakan penegasan bahwa Liverpool adalah ahlinya soal bangkit dari ketertinggalan. Dilansir Opta, The Reds meraih 16 poin dari kondisi tertinggal, mengalahkan catatan tim manapun musim ini.

Selain itu, hasil positif di Stadion St. Mary menjadi bukti Liverpool sudah sangat siap untuk meraih gelar Liga Inggris musim ini. Setelah menang dengan penampilan 'buruk rupa' kontra Tottenham dan membalikkan skor di markas Southampton bisa dibilang sebagai sinyal Liverpool melepas dahaga gelar yang terakhir kali diraih pada 29 tahun silam. (jun)