Derbi Jawa Timur berlangsung sengit sejak awal laga. Kedua tim sama-sama memeragakan permainan menyerang dengan tempo tinggi dan saling menebar ancaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Persebaya harus mengakui keunggulan Arema. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru) |
Memasuki babak kedua, Persebaya lebih banyak mengambil inisiatif menyerang. Sejumlah peluang emas tercipta, termasuk sundulan Amido Balde di menit ke-46 yang masih melenceng dari sasaran.
Semenit berselang, Otavio Dutra berupaya menyambut umpan tendangan bebas tapi bola masih melambung tinggi.
Arema berhasil menggandakan keunggulan di masa injury time berkat tembakan Ricky Kayame memanfaatkan blunder kiper Abdul Rohim. Kiper Persebaya tersebut gagal menangkap bola tembakan Rivaldi Bauwo sehingga bola liar bisa dimanfaatkan Kayame yang berada di depan gawang.
Arema sukses meraih gelar kedua di ajang Piala Presiden. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru) |
Ini menjadi gelar kedua Singo Edan di ajang Piala Presiden setelah sebelumnya berhasil memenangkannya pada edisi 2017. Tahun lalu, trofi juara diraih Persija Jakarta yang sukses menaklukkan Bali United 3-0.
Susunan Pemain
Arema FC: Kurniawan Kartika Aji; Arthur Rocha, Hamka Hamzah, Hanif Sjahbandi, Johan Alfarizi; Alfin Tuasalamony, Hendri Siswanto, Ricky Kayame; Makan Konate, Dedik Setiawan, Nur Hardianto.
Persebaya Surabaya: Abdul Rohim; Hansamu Yama; Novan Setya, Otavio Dutra, Ruben Sanadi, Abu Rizal, Misbakus, Amido Balde, Damian Lizio; Irfan Jaya, Manuchekhr Dzhalilov. (jun/bac)
Persebaya harus mengakui keunggulan Arema. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Arema sukses meraih gelar kedua di ajang Piala Presiden. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)