Setelah era Park Ji-sung, Korea Selatan kembali memiliki wakil kesohor di pentas sepak bola Eropa dalam diri Heung-min.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Heung-min kemudian menjadi pemain termuda Hamburg di Bundesliga ketika menjalani debut di liga sepak bola Jerman itu pada usia 18 tahun. Sejak 2010 hingga 2013, Heung-min bermain 78 kali untuk Hamburg dan menyumbang 20 gol.
Son Heung-min (tengah) bersama Fernando Llorente (kiri) dan Mauricio Pochettino (kanan) (REUTERS/Andrew Yates) |
Di Leverkusen, dengan status sebagai pemain termahal klub, Heung-min berhasil mempertahankan performa dengan menempati posisi di tim reguler.
Tottenham pun melirik keberadaan Heung-min dan mengeluarkan dana sebesar €30 juta untuk menggaet salah satu andalan Korsel itu dari Leverkusen.
Belum ada gelar yang dipersembahkan untuk Spurs, namun ada gelar individu yang didapat Heung-min seperti pemain terbaik bulanan, pemain terbaik pilihan fan, atau pencetak gol terbaik.
Dua gol yang ia cetak ke gawang Manchester City pada laga perempat final Liga Champions membuka peluang bagi pemain 26 tahun itu untuk meraih gelar bergengsi.
Dengan mencetak tiga gol di Piala Dunia, Heung-min kini menjadi pencetak gol terbanyak Korsel di ajang prestisius tersebut bersama dengan Park Ji-sung dan Ahn Jung-hwan. (nva/har)
Son Heung-min (tengah) bersama Fernando Llorente (kiri) dan Mauricio Pochettino (kanan) (REUTERS/Andrew Yates)