Gejala monoton itu sudah menerpa Liga Italia 2018/2019. Juventus lebih cepat memastikan gelar juara Liga Italia Serie A musim ini usai mengalahkan Fiorentina 2-1 pada pekan ke-33 di Stadion Allianz, Sabtu (20/4) malam waktu setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cristiano Ronaldo meraih kemenangan pertama di Liga Italia, kemenangan delapan kali beruntun bagi Juventus. (Foto: REUTERS/Massimo Pinca) |
Blaugrana lanjut bertandang ke markas Deportivo Alaves pada Selasa (23/4) malam waktu setempat. Berikutnya, mereka akan menjamu Levante pada Sabtu (27/4) malam waktu setempat.
Peluang bagi Barca untuk memenangkan dua laga itu amat besar. Pasalnya, dua lawannya itu bisa dibilang bukan tandingan Lionel Messi dan kawan-kawan. Alaves saat ini ada di peringkat kedelapan, sedangkan Levante hanya satu tingkat dari zona degradasi.
Atletico yang saat ini duduk di posisi kedua, tertinggal 10 poin dari Barcelona di puncak klasemen sementara Liga Spanyol 2018/2019. Los Rojiblancos pernah memiliki kesempatan untuk mengganggu laju Barca saat bertandang di Camp Nou pada pekan ke-31. Namun, upaya mereka berakhir dengan kekalahan 0-2.
Tim arahan Diego Simeone seolah sudah hampir 'melempar handuk' untuk menghentikan Barcelona kembali meraih juara di Liga Spanyol musim ini.
Barcelona hanya butuh dua kemenangan lagi untuk juara La Liga Spanyol musim ini. (Foto: REUTERS/Albert Gea) |
PSG saat ini memang tengah melempem lantaran gagal meraih kemenangan tiga kali beruntun di Ligue 1. Mereka kalah dari Nantes 0-2 dan Lille 1-5 setelah imbang 2-2 lawan Strasbourg.
Meski demikian, PSG yang masih bercokol di puncak klasemen dengan mengantongi 81 poin, masih berjarak 17 poin dari Lille. Hanya sekali kemenangan lagi bagi Les Parisiens untuk meraih gelar juara.
Bayern Munchen yang menyisakan enam laga lagi dengan 70 poin saat ini selisih empat poin dari Borussia Dortmund yang masih menyisakan tujuh laga. Persaingan juara Bundesliga Jerman pun lebih panas dibandingkan Spanyol dan Prancis karena peluang Munchen tersalip masih cukup besar.
Gejala juara 'itu-itu lagi' bisa menyelimuti Liga Inggris 2018/2019. Manchester City yang kembali menggeser Liverpool dari puncak klasemen pekan ini, memiliki peluang besar untuk meraih juara mengulangi sukses musim lalu.
PSG saat ditahan imbang Strasbourg 2-2 di Ligue 1 Prancis. (Foto: Anne-Christine POUJOULAT / AFP) |
Meski demikian peluang tim arahan Pep Guardiola disalip Liverpool di tikungan terakhir masih sangat besar. Pasalnya, dua tim itu hanya selisih satu poin dengan 86 poin yang dikoleksi Man City dan tinggal menyisakan empat laga lagi.
The Reds juga masih bisa kembali ke puncak klasemen jika berhasil mengalahkan Cardif City, Minggu (21/4) malam waktu setempat.
Tak ayal hanya Mohamed Salah dan kawan-kawan tampaknya yang masih bisa memberikan tekanan hingga akhir kepada Man City dibandingkan empat kompetisi top Eropa lainnya. Harapan kepada Liverpool pun semakin mencuat untuk mencegah The Citizens kembali meraih juara.
Mereka harus menyapu sisa empat laga dengan kemenangan. Persaingan akan tetap terjaga apabila pada laga lawan Cardiff, The Reds bisa menang.
Cristiano Ronaldo meraih kemenangan pertama di Liga Italia, kemenangan delapan kali beruntun bagi Juventus. (Foto: REUTERS/Massimo Pinca)
Barcelona hanya butuh dua kemenangan lagi untuk juara La Liga Spanyol musim ini. (Foto: REUTERS/Albert Gea)
PSG saat ditahan imbang Strasbourg 2-2 di Ligue 1 Prancis. (Foto: Anne-Christine POUJOULAT / AFP)